Selain orangutan, kawasan ini juga menjadi habitat bekantan, beruang madu, dan buaya muara.
Upaya memadamkan api di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah kabut asap tebal yang membatasi jarak pandang.
Kondisi tersebut menyulitkan operasi pemadaman melalui udara. Pemerintah juga berupaya mengoptimalkan penanganan kebakaran melalui jalur darat.
Pemadaman menjadi penting untuk mencegah api meluas dan mengurangi dampak kebakaran terhadap ekosistem hutan serta satwa liar.
Taman Nasional Tanjung Puting selama ini dikenal sebagai salah satu tujuan ekowisata di Kalimantan Tengah.
Pengunjung biasanya menyusuri Sungai Sekonyer menggunakan perahu klotok untuk menikmati suasana hutan dan mengunjungi lokasi pengamatan orangutan.
