Close Menu
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Terpopuler

Hari Jadi Purwakarta 2026 Siap Digelar, Catat Jadwal dan Lokasi Kegiatannya

Selasa, 9 Juni 2026

Kisah Keluarga Atmanagara, Keturunan Perintis Purwakarta dan Bogor yang Multi-Talenta

Selasa, 1 Juli 2025

PATRAS dan Karang Taruna RW 06 Sukajadi Santuni Anak Yatim di Momen Hari Jadi Purwakarta

Senin, 22 Juni 2026

Diduga Usai Berselisih dengan Sekelompok Pemuda, Sekuriti Ditemukan Tewas di Tanggul Kayat Jatiluhur

Jumat, 24 Juli 2026

Misteri SINDANGKASIH dalam Sejarah Kepemimpinan KDM dan DALEM SHOLAWAT

Selasa, 21 Juli 2026
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Pemerintahan

Data Center AI Raksasa di Jatiluhur Disetop, Perizinan hingga Air Jadi Sorotan

By Bo'ik HakikiMinggu, 4 Oktober 2026
Dedi mulyadi
Foto: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Chief Executive Officer BDx Indonesia Agus Hartono Wijaya, dan Chief Executive Officer BDx Data Centers Mayank Srivastava mengikuti peletakan batu pertama Kampus CGK4 di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, bersama tokoh daerah dan perwakilan masyarakat setempat. (Dok. BDx)
Perizinan Masih Berproses

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat Adi Komar membenarkan bahwa pembangunan proyek tersebut dihentikan sementara.

Menurut Adi, penghentian dilakukan sampai persyaratan perizinan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Purwakarta selesai.

“Betul dihentikan sementara, sampai nanti perizinan dikeluarkan Pemkab Purwakarta. Ada beberapa persyaratan izin yang masih dalam proses, terhadap izin yang dikeluarkan Pemkab Purwakarta,” kata Adi, Rabu (30/9/2026).

Selain soal masalah administrasi dan perizinan, keberadaan data center tersebut juga mendapat perhatian karena kebutuhan sumber daya yang cukup besar.

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Maulana Yusuf Erwinsyih meminta pemerintah menjelaskan secara terbuka dampak positif maupun risiko dari pembangunan pusat data AI tersebut.

Menurut dia, penggunaan air, potensi limbah, kebisingan, hingga emisi karbon menjadi beberapa hal yang perlu diperhitungkan sebelum proyek berkembang lebih jauh.

“Seharusnya pemerintah membuka ke publik plus-minus data center AI tersebut. Keuntungannya bagaimana dan kerugiannya bagaimana. Banyak hasil riset yang mengungkap dampak dari keberadaan data center AI, mulai dari penggunaan air, potensi bakteri tertentu dalam air buangan, kebisingan, karbon, dan sebagainya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar kebutuhan industri tidak sampai mengurangi kepentingan petani yang selama ini mengandalkan sistem irigasi dari Waduk Jatiluhur.

Kebutuhan Air Jadi Perhatian

Persoalan penggunaan air turut menjadi perhatian Dedi Mulyadi. Menurutnya, kebutuhan air untuk pusat data harus diperhitungkan sejak awal sehingga tidak mengganggu pasokan untuk masyarakat maupun sektor pertanian.

Berdasarkan informasi yang diterima Dedi, kebutuhan air untuk fasilitas tersebut mencapai sekitar 384 liter per detik atau sekitar 0,4 meter kubik per detik.

Jumlah itu diperkirakan akan bertambah secara bertahap seiring dengan pengembangan fasilitas. Pada tahap awal, kebutuhan air diperkirakan mencapai sekitar 6.000 meter kubik per hari.

Dedi menjelaskan, sumber air tetap berasal dari kawasan Jatiluhur, tetapi mekanisme pemenuhannya dilakukan melalui PDAM.

“Kalau ini kan ngambilnya tetap dari Jatiluhur, tapi masuk di PDAM. Maksudnya ngambil airnya dari Jatiluhur, masuknya ke PDAM, beli airnya dari PDAM,” ujar Dedi.

Karena itu, pemerintah perlu memastikan penggunaan air untuk kepentingan industri tidak mengurangi alokasi yang selama ini digunakan untuk kebutuhan masyarakat dan pertanian.

Baca Juga:  Pemdes Kertamanah Serius Gali Potensi Wisata Jadi Sektor Pendukung Memajukan Desa

Penghentian sementara tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah dan pihak pengembang untuk memastikan seluruh persyaratan pembangunan, termasuk aspek lingkungan dan kebutuhan sumber daya, telah dipenuhi sebelum proyek dilanjutkan.

1 2 3
Ai Data center Dedi Mulyadi Purwakarta
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link

Berita Lainnya

Dedi Mulyadi Ungkap Alasan Proyek Data Center AI Rp3,5 Triliun di Jatiluhur Dihentikan

Minggu, 4 Oktober 2026

Dendi Somantri, Relawan Sosial di Purwakarta Siap Nyalon Ketua RW 06 Kelurahan Cipaisan

Minggu, 4 Oktober 2026

Dari Purwakarta ke Jakarta: Painting Class CEA Bawa Karya Anak Didik Tampil di Dua Event Kreatif

Sabtu, 3 Oktober 2026

Besaran Gaji Wantimpres Prabowo dan Fasilitas, 76,5 Juta Per Bulan?

Sabtu, 3 Oktober 2026

Comments are closed.

Terpopuler

Hari Jadi Purwakarta 2026 Siap Digelar, Catat Jadwal dan Lokasi Kegiatannya

Selasa, 9 Juni 2026

Kisah Keluarga Atmanagara, Keturunan Perintis Purwakarta dan Bogor yang Multi-Talenta

Selasa, 1 Juli 2025

PATRAS dan Karang Taruna RW 06 Sukajadi Santuni Anak Yatim di Momen Hari Jadi Purwakarta

Senin, 22 Juni 2026

Diduga Usai Berselisih dengan Sekelompok Pemuda, Sekuriti Ditemukan Tewas di Tanggul Kayat Jatiluhur

Jumat, 24 Juli 2026

Misteri SINDANGKASIH dalam Sejarah Kepemimpinan KDM dan DALEM SHOLAWAT

Selasa, 21 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Privacy Policy
  • Indeks
© 2026 purwakartaupdate.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.