BDx juga menjajaki penggunaan sumber energi rendah karbon, termasuk pemanfaatan tenaga air bersama Perum Jasa Tirta (PJT).
Pembangunan CGK4 diperkirakan berlangsung selama tiga tahun. Tahap awal dimulai dari Gedung 1 yang nantinya dikembangkan secara bertahap mengikuti meningkatnya kebutuhan komputasi untuk teknologi AI.
Gedung pertama tersebut dirancang memiliki kapasitas hingga 120 MW. Operasional tahap awalnya ditargetkan mulai berjalan pada awal 2027.
Dari sisi teknologi, pusat data ini menggunakan sistem pendingin cair yang langsung diarahkan ke chip atau direct-to-chip liquid cooling.
Teknologi tersebut dirancang untuk menangani kebutuhan hingga 500 kilowatt (kW) per rak bagi perangkat akselerator AI generasi terbaru.
Dalam keterangannya, BDx menyebut pembangunan CGK4 merupakan bagian dari ekspansi bisnis pusat data AI mereka.
Pengembangan tersebut turut didukung fasilitas pembiayaan sebesar US$320 juta pada 2026.
Proyek ini juga diperkirakan dapat membuka sekitar 2.000 hingga 3.000 lapangan pekerjaan secara bertahap setelah fasilitas berkembang.
Sebelum pembangunan dimulai, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sempat menghadiri seremoni peletakan batu pertama bersama CEO BDx Data Centers Mayank Srivastava dan CEO BDx Indonesia Agus Hartono Wijaya.
