Namun, kasus ini dinilai menjadi peringatan bahwa AI dapat digunakan sebagai alat baru dalam operasi politik.
Asia Tenggara Dinilai Rentan
Kekhawatiran tersebut semakin besar karena masyarakat di Asia Tenggara cukup aktif menggunakan media sosial.
Kondisi ini membuat konten palsu yang dibuat dengan bantuan AI berpotensi menyebar dengan cepat.
Peraih Nobel Perdamaian sekaligus jurnalis asal Filipina, Maria Ressa, mengatakan Asia Tenggara sudah lama menjadi salah satu wilayah yang digunakan untuk menguji berbagai teknik propaganda dan manipulasi publik.
Teknik tersebut kemudian berpotensi digunakan di wilayah lain, termasuk negara-negara Barat.
Sejumlah negara Asia Tenggara juga akan menghadapi agenda pemilu dalam beberapa tahun mendatang.
Malaysia diperkirakan menggelar pemilu pada akhir 2027. Filipina dan Kamboja dijadwalkan menggelar pemilu pada 2028, sedangkan Indonesia akan menghadapi Pemilu 2029.
Penggunaan AI dalam aktivitas politik pun disebut sudah menunjukkan perkembangan di kawasan tersebut.
Ben Loh dari Monash University Malaysia menilai AI bahkan dapat memperkuat ketegangan sosial yang sudah ada.
Salah satu contoh yang disoroti adalah munculnya kebencian terhadap pengungsi Rohingya.
Ketika seseorang sudah memiliki prasangka tertentu, konten yang dibuat AI dapat semakin memperkuat keyakinan tersebut meskipun informasi yang disajikan sebenarnya tidak benar.
