Close Menu
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Terpopuler

Hari Jadi Purwakarta 2026 Siap Digelar, Catat Jadwal dan Lokasi Kegiatannya

Selasa, 9 Juni 2026

Kisah Keluarga Atmanagara, Keturunan Perintis Purwakarta dan Bogor yang Multi-Talenta

Selasa, 1 Juli 2025

PATRAS dan Karang Taruna RW 06 Sukajadi Santuni Anak Yatim di Momen Hari Jadi Purwakarta

Senin, 22 Juni 2026

Diduga Usai Berselisih dengan Sekelompok Pemuda, Sekuriti Ditemukan Tewas di Tanggul Kayat Jatiluhur

Jumat, 24 Juli 2026

Misteri SINDANGKASIH dalam Sejarah Kepemimpinan KDM dan DALEM SHOLAWAT

Selasa, 21 Juli 2026
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Kesehatan

Viral Ditolak Dokter Gigi karena HIV? Ini Penjelasan soal Keterbukaan Status Pasien

By Bo'ik HakikiSelasa, 6 Oktober 2026
Dokter gigi
Ilustrasi dokter gigi - istock

Eka juga menjelaskan bahwa dokter atau klinik jika memang dapat tidak melanjutkan suatu tindakan apabila fasilitas, peralatan, atau kompetensi yang dibutuhkan tidak tersedia.

Namun, pasien tidak seharusnya ditolak begitu saja tanpa mendapatkan jalan keluar.

Jika perawatan membutuhkan fasilitas yang lebih lengkap, pasien perlu diarahkan atau dirujuk ke tempat yang mampu menangani kondisinya.

“Kalau menolak benar-benar murni tanpa solusi itu yang saya pikir perlu di apa ya istilahnya, ‘kok bisa gitu loh’. Karena, kalau menolak misalnya dengan alasan tidak cukup alat, dia harus merujuk ke tempat yang lebih lengkap,” tegasnya.

Hal yang sama berlaku apabila masalahnya berkaitan dengan kompetensi tenaga medis.

“Termasuk juga bukan hanya alat. Kompetensi, misalnya, nah maka dia harus merujuk ke tempat yang kompetensinya memungkinkan untuk dikerjakan prosedur tersebut,” tambahnya.

Status HIV Bukan Berarti Perawatan Gigi Otomatis Berisiko Tinggi

Sementara itu, Humas Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB-IDI), Dr dr Cashtry Meher, M.Kes., M.Ked (KK)., SpDVE., MH.Kes, mengatakan status HIV tidak serta-merta membuat setiap tindakan medis menjadi lebih berbahaya.

Menurutnya, dokter tetap perlu melihat kondisi pasien secara menyeluruh sebelum menentukan tindakan.

“Status HIV bukan berarti setiap tindakan gigi otomatis menjadi lebih berbahaya,” kata Cashtry kepada detikcom, Selasa (6/10/2026).

Beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan antara lain terapi antiretroviral (ARV) yang sedang dijalani, kondisi sistem kekebalan tubuh, viral load jika diperlukan, kemungkinan infeksi oportunistik, kondisi darah, penyakit penyerta, hingga potensi interaksi obat.

Karena itu, keterbukaan mengenai riwayat kesehatan tetap penting dalam proses pemeriksaan.

Namun, keterbukaan tersebut juga perlu dibangun dengan rasa aman dan kepercayaan antara pasien dengan tenaga medis.

Cashtry mengatakan pasien yang takut menyampaikan status HIV karena khawatir mendapat perlakuan berbeda menunjukkan masih adanya persoalan stigma di lingkungan pelayanan kesehatan.

“Kalau masyarakat takut membuka status karena khawatir didiskriminasi, maka masalahnya bukan hanya pada pasien tetapi juga pada lingkungan pelayanan kesehatan. Karena itu, keterbukaan harus dibangun dengan kepercayaan: pasien jujur kepada dokter, dan dokter menjamin profesionalisme serta kerahasiaan pasien,” tegasnya.

Dengan demikian, informasi mengenai status HIV dapat menjadi bagian dari komunikasi medis antara pasien dan dokter, bukan alasan untuk memberikan perlakuan yang diskriminatif.

Baca Juga:  Kaya Nutrisi dan Serat, Ketahui 8 Khasiat Bengkoang Bagi Tubuh Serta Cara Mengolahnya

Yang terpenting, pelayanan tetap dilakukan sesuai standar medis, menjaga keselamatan pasien maupun tenaga kesehatan, serta menghormati kerahasiaan kondisi kesehatan pasien.

1 2 3
Dokter gigi Hiv Resiko Viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link

Berita Lainnya

Jangan Sepelekan! 4 Minuman Ini Ampuh Cegah Asam Lambung Kambuh

Senin, 5 Oktober 2026

5 Bahan Alami yang Dipercaya Membantu Atasi Kanker Prostat, Ada Jahe hingga Kunyit

Minggu, 27 September 2026

5 Kombinasi Jus Buah dan Sayur untuk Diet, Ampuh Turunkan Berat Badan!

Minggu, 27 September 2026

7 Manfaat Kulit Jeruk bagi Kesehatan Tubuh dan Cara Mengonsumsinya

Sabtu, 26 September 2026

Comments are closed.

Terpopuler

Hari Jadi Purwakarta 2026 Siap Digelar, Catat Jadwal dan Lokasi Kegiatannya

Selasa, 9 Juni 2026

Kisah Keluarga Atmanagara, Keturunan Perintis Purwakarta dan Bogor yang Multi-Talenta

Selasa, 1 Juli 2025

PATRAS dan Karang Taruna RW 06 Sukajadi Santuni Anak Yatim di Momen Hari Jadi Purwakarta

Senin, 22 Juni 2026

Diduga Usai Berselisih dengan Sekelompok Pemuda, Sekuriti Ditemukan Tewas di Tanggul Kayat Jatiluhur

Jumat, 24 Juli 2026

Misteri SINDANGKASIH dalam Sejarah Kepemimpinan KDM dan DALEM SHOLAWAT

Selasa, 21 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Privacy Policy
  • Indeks
© 2026 purwakartaupdate.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.