“Setelah itu ditemukan dalam pengadaan dan penyimpanan bahan baku ditemukan bahan-bahan yang bisa berbahaya, mengandung deksametason, mengandung klindamisin fosfat, triamsinolon asetonid, metronidazol, betametason dipropionat dan mometason furoat,” ungkap Taruna dalam konferensi pers di Mojokerto, Senin (19/10/2026).
Selain bahan baku, hasil pengujian sampel produk yang dipasarkan juga menunjukkan adanya kandungan hidrokuinon dan asam retinoat.
Penggunaan bahan tertentu tanpa pengawasan dan pada kadar yang tidak sesuai dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan kulit.
Dampaknya bisa berupa kulit kering, sensasi terbakar, kemerahan, jerawat, hingga dermatitis kontak.
Sumber juga menyebut adanya potensi risiko terhadap janin. Namun, besarnya risiko bergantung pada jenis bahan, kadar, cara pemakaian, dan kondisi penggunanya.
“Khusus pada hidrokuinon dapat menggelapkan warna kulit serta perubahan warna kornea, atropik kulit, gangguan pelepasan hormon, dan yang selanjutnya bisa berdampak pada kanker dan lainnya,” sambungnya.
