Berawal dari Kecurigaan Warga
Aktivitas di dalam rumah tersebut mulai menimbulkan kecurigaan warga sekitar.
Mereka kemudian melakukan penggerebekan secara mandiri pada Minggu, 4 Oktober 2026.
Maruli menilai tindakan warga yang ikut menjaga keamanan lingkungan merupakan hal positif.
Namun, kasus tersebut kemudian ditangani oleh aparat militer setelah laporan mengenai aktivitas mencurigakan itu diterima.
“Kalau masyarakat sekitar ikut merasa mengamankan, saya pikir bagus,” kata Maruli saat ditemui di Mabes TNI AD, Jakarta Pusat, Jumat, 9 Oktober 2026, seperti dikutip Antara.
Belasan Orang Diamankan, Puluhan Komputer Disita
Setelah menerima laporan, Polisi Militer Kodam Jaya melakukan penggeledahan di rumah tersebut pada hari yang sama.
Petugas membawa 11 warga sipil yang berada di lokasi untuk menjalani pemeriksaan.
Selain itu, sebanyak 32 unit komputer turut diamankan sebagai barang bukti.
Penggeledahan tersebut menjadi bagian dari penanganan dugaan penggunaan rumah dinas untuk kegiatan operasional judi online.