Saat lapisan ini ikut penuh, penulisan data langsung diarahkan ke memori utama QLC. Kecepatannya anjlok drastis ke rata-rata 79,4 MB/s, bahkan sempat menyentuh angka terendah di 25,6 MB/s.
Kondisi Memori Terisi 60%:
Penurunan performa kian parah seiring berkurangnya ruang kosong. Saat kapasitas penyimpanan terisi 60%, ukuran SLC cache yang awalnya sebesar 250GB menyusut drastis menjadi 58GB.
Dalam skenario uji intensif ini, kecepatan tulis langsung ke memori QLC tercatat bisa merosot hingga angka 1,1 MB/s.
Selain dari sektor penulisan data, perbedaan juga terlihat pada kecepatan baca acak (random read). iPhone 18 Pro Max 1TB berbasis QLC tercatat 38% lebih lambat dibandingkan varian 512GB berbasis TLC saat memproses beberapa perintah data secara bersamaan.
Seberapa Besar Dampaknya untuk Penggunaan Sehari-hari?
Meski perbedaan angka pada pengujian benchmark terlihat sangat kontras, penting untuk dicatat bahwa pengujian tersebut berbasis benchmark sintetis.
Metode ini sengaja mengeksploitasi beban kerja maksimal pada media penyimpanan hingga batas ekstrem kondisi yang relatif jarang terjadi dalam aktivitas pemakaian harian pengguna biasa.
