Close Menu
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Terpopuler

Hari Jadi Purwakarta 2026 Siap Digelar, Catat Jadwal dan Lokasi Kegiatannya

Selasa, 9 Juni 2026

Kisah Keluarga Atmanagara, Keturunan Perintis Purwakarta dan Bogor yang Multi-Talenta

Selasa, 1 Juli 2025

PATRAS dan Karang Taruna RW 06 Sukajadi Santuni Anak Yatim di Momen Hari Jadi Purwakarta

Senin, 22 Juni 2026

Misteri SINDANGKASIH dalam Sejarah Kepemimpinan KDM dan DALEM SHOLAWAT

Selasa, 21 Juli 2026

Diduga Usai Berselisih dengan Sekelompok Pemuda, Sekuriti Ditemukan Tewas di Tanggul Kayat Jatiluhur

Jumat, 24 Juli 2026
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Bisnis

Harga Minyak Dunia Melambung 4%: Ancaman Badai Isaias dan Konflik Timur Tengah Bayangi Pasar

By AgahJumat, 9 Oktober 2026
Foto: Harga Minyak Dunia Naik 4%/Ilustrasi/GeneratAI

Padahal sebelumnya, harga minyak sempat melemah setelah Presiden AS Donald Trump mengaku tengah berdiskusi dengan pihak Iran dan menjamin tidak ada serangan militer hingga pemilihan paruh waktu di AS selesai.

Di sisi lain, pemerintah Iran dikabarkan sedang meninjau tanggapan AS terkait proposal pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menyatakan akan memberikan jawaban resmi atas tanggapan AS tersebut dalam beberapa hari ke depan.

Meski jalur diplomasi tetap berjalan, AS melangkah tegas dengan menjatuhkan sanksi baru pada Kamis lalu. Sanksi ini menyasar individu, jaringan bisnis, serta 17 kapal pengangkut minyak mentah, produk minyak, dan petrokimia asal Iran.

Baca Juga:  Aksi Protes, Peternak Ayam dan Mahasiswa Bakal Datangi Istana Presiden

Eskalasi wilayah pun kian meluas. Prancis dan Arab Saudi dikabarkan sedang mengkaji opsi pengerahan aset militer untuk mengamankan terminal minyak Yanbu.

Di saat bersamaan, Suriah mempertimbangkan opsi bantuan militer kepada Arab Saudi dalam konfliknya dengan Houthi, baik berupa bantuan defensif maupun pengerahan pasukan ofensif untuk membantu pasukan Yaman yang didukung Saudi.

Gangguan Pasokan Selat Hormuz dan Respons IEA
Ancaman terhadap pengiriman minyak di kawasan Teluk dan Selat Hormuz meningkat signifikan sepanjang Oktober. Jalur vital ini menyalurkan sekitar 20% dari total pasokan minyak dan bahan bakar dunia sebelum konflik membesar.

Baca Juga:  KONI Jabar Perhatikan Kesehatan Kontingen PON Jabar Dari Penularan Covid-19

Pekan lalu, frekuensi serangan terhadap kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz melesat ke titik tertinggi sejak perang dimulai, meski negara-negara produsen di kawasan Teluk mulai meningkatkan volume ekspor mereka.

“Frekuensi serangan Iran terhadap kapal kini berada pada titik tertinggi sejak perang dimulai, dan kemungkinan akan semakin meningkat,” ungkap Kepala Energi MST Marquee, Saul Kavonic.

Merespons ketegangan ini, Badan Energi Internasional (IEA) menyepakati percepatan pelepasan cadangan minyak darurat dan memprioritaskan pasokan diesel. Langkah ini diambil untuk membantu pemerintah berbagai negara menghadapi lonjakan harga bahan bakar dan ancaman gangguan pasokan akibat perang.

Badai Isaias Lumpuhkan Produksi Migas Teluk Meksiko
Selain sentimen geopolitik, cuaca buruk di AS turut memperparah situasi pasar. Badai Isaias terpantau bergerak mendekati area produksi lepas pantai AS, memaksa sejumlah perusahaan migas menutup anjungan mereka.

Baca Juga:  Perang AS-Israel vs Iran Pecah, Mendag Budi Waspadai Biaya Ekspor RI Melejit

Produsen minyak dan gas di Teluk Meksiko AS tercatat telah menghentikan produksi sekitar 1,3 juta barel per hari, atau setara 62,9% dari total produksi minyak di kawasan tersebut.

Raksasa energi seperti Shell dan Chevron telah mengisaratkan pengurangan operasi lepas pantai sejak Rabu (7/10).

Sementara itu, BP memilih memberhentikan seluruh personel dan menghentikan total produksi di platform Na Kika dan Thunder Horse demi keselamatan pekerja.***

1 2
Harga Minyak Dunia Konflik Timur Tengah Minyak Mentah Brent Minyak WTI
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link

Berita Lainnya

Harga Emas Antam Naik Rp 10.000 Hari Ini (7 Oktober 2026): Cek Rincian Buyback & Simulasi Cuan!

Rabu, 7 Oktober 2026

Mulai Naik Lagi, Segini Harga Emas Antam 1 Gram dan Ketentuan Pajaknya Hari Ini

Rabu, 7 Oktober 2026

Sisa Kuota Internet Masih Bisa Hangus? Komdigi Desak Operator Segera Berbenah

Selasa, 6 Oktober 2026

Bansos PKH BPNT Oktober 2026 Kapan Cair? Cek Status Penerima dengan NIK

Selasa, 6 Oktober 2026

Comments are closed.

Terpopuler

Hari Jadi Purwakarta 2026 Siap Digelar, Catat Jadwal dan Lokasi Kegiatannya

Selasa, 9 Juni 2026

Kisah Keluarga Atmanagara, Keturunan Perintis Purwakarta dan Bogor yang Multi-Talenta

Selasa, 1 Juli 2025

PATRAS dan Karang Taruna RW 06 Sukajadi Santuni Anak Yatim di Momen Hari Jadi Purwakarta

Senin, 22 Juni 2026

Misteri SINDANGKASIH dalam Sejarah Kepemimpinan KDM dan DALEM SHOLAWAT

Selasa, 21 Juli 2026

Diduga Usai Berselisih dengan Sekelompok Pemuda, Sekuriti Ditemukan Tewas di Tanggul Kayat Jatiluhur

Jumat, 24 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Privacy Policy
  • Indeks
© 2026 purwakartaupdate.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.