Skenario lingkungan suku bunga tinggi ini menjadi penekan utama bagi emas. Investor cenderung akan mengalihkan dananya ke aset-aset berimbal hasil (yield-bearing assets) dibandingkan memegang emas yang tidak memberikan imbalan bunga harian.
Kenaikan Harga Minyak dan Anjloknya Harga Perak
Di sisi lain, harga minyak mentah dunia merangkak naik mendekati posisi tertinggi dalam hampir dua pekan pada perdagangan Senin. Sentimen kenaikan harga ini dipicu oleh adanya serangan terhadap infrastruktur di Arab Saudi.
Isu tersebut mengalihkan perhatian pasar dari potensi melimpahnya pasokan minyak akibat kebijakan Presiden AS Donald Trump yang menyambut baik ekspor diesel baru dari Rusia, serta tercapainya kesepakatan gencatan senjata Rusia-Ukraina pada infrastruktur energi.
Tekanan berat juga dirasakan oleh komoditas perak. Data Refinitiv mencatat harga perak pada perdagangan Senin (12/10/2026) ambles 0,81% ke posisi US$ 60,32 per troy ons.
Sama halnya dengan emas, harga perak berusaha untuk bangkit pada perdagangan Selasa (13/10/2026) pagi pukul 06.23 WIB dengan melandai dan bergerak tipis di kisaran US$ 60,29 per troy ons.***
