Eskalasi Konflik Global dan Menanti Rilis Data Inflasi AS
Selain pergerakan mata uang, eskalasi konflik geopolitical di kawasan Timur Tengah juga membuat para investor makin waspada.
Pasar kini mengarahkan fokusnya pada pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh, serta beberapa indikator ekonomi utama yang akan dirilis Pemerintah AS dalam beberapa hari ke depan.
Fokus utama pasar tertuju pada rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) pada Rabu, yang akan disusul oleh Indeks Harga Produsen (PPI) dan data penjualan ritel pada Kamis. Ketiga data ini dipandang sebagai instrumen vital untuk memperkirakan langkah moneter The Federal Reserve.
“Saya tidak berpikir laporan-laporan tersebut akan menunjukkan tanda-tanda meredanya inflasi. Data itu kemungkinan akan menjadi sentimen negatif bagi pasar logam,” tambah Wyckoff.
Saat ini, mayoritas pelaku pasar memproyeksikan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan akhir bulan ini.
Namun, berdasarkan indikator dari perangkat CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga pada bulan Desember mendatang telah melonjak hingga 87,7%.
