PurwakartaUpdate.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan hanya merusak pepohonan. Bencana ini juga mengancam kehidupan satwa liar yang bergantung pada hutan sebagai tempat tinggal dan sumber makanan.
Kerusakan habitat akibat kebakaran bahkan dikhawatirkan mengganggu kelangsungan hidup satu generasi satwa.
Sebab, hutan yang rusak membutuhkan waktu lama untuk kembali menyediakan lingkungan yang sesuai bagi kehidupan mereka.
Guru Besar Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM), Raden Wisnu Nurcahyo, menjelaskan bahwa pemulihan hutan tidak cukup hanya dengan menumbuhkan kembali tanaman.
Menurutnya, satwa membutuhkan lingkungan dengan jenis tumbuhan yang sesuai, termasuk tanaman yang menjadi sumber makanan mereka.
“Ini kan permasalahan yang tidak sesederhana itu, yang namanya restorasi habitat seperti gambut, hutan itu kan perlu waktu yang lama,” kata Wisnu, Senin (19/10/2026).
