PurwakartaUpdate.com – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) ternyata tidak hanya membawa kemudahan bagi penggunanya.
Teknologi ini juga mulai dikhawatirkan bisa dimanfaatkan untuk memengaruhi jalannya pemilu.
Kekhawatiran tersebut muncul setelah laporan adari perusahaan AI Anthropic menemukan adanya penggunaan teknologi AI untuk menjalankan operasi pengaruh politik di Malaysia.
AI dinilai dapat membuat berita palsu dan konten manipulatif dalam jumlah yang besar.
Konten tersebut kemudian bisa disebarkan melalui media sosial untuk memengaruhi opini masyarakat.
Dalam laporan yang diterbitkan pada September, Anthropic mengungkap penggunaan Claude AI dalam operasi yang menyasar sejumlah daerah pemilihan di Malaysia.
