
PurwakartaUpdate.com – Ini yang tidak boleh dilakukan saat kapal Tenggelam menurut operator kapal Saat situasi kapal yang mengalami keadaan mulai tenggelam, yang dibutuhkan adalah ketenangan dari seluruh penumpang.
Dalam keadaan yang seperti ini, kepanikan justru bisa membuat proses evakuasi menjadi lebih sulit dan membahayakan orang lain.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (GAPASDAP), Khoiri Soetomo, mengingatkan penumpang tenang dan tidak mengambil keputusan sendiri ketika terjadi keadaan darurat di kapal.
Menurut Khoiri, penumpang sebaiknya mengikuti arahan awak kapal dan tidak membuat situasi semakin kacau.
“Hal yang paling berbahaya itu muncul panik terus bertindak sendiri-sendiri,” ujar Khoiri saat dihubungi pada Selasa (29/9/2026).
Hindari berdesakan dan kembali mengambil barang
Ketika keadaan darurat terjadi, seluruh penumpang disarankan tidak berlari atau saling berdesakan menuju tempat evakuasi.
Semua orang perlu bergerak secara tertib mengikuti jalur yang telah ditentukan.
Beberapa tindakan yang juga sebaiknya dihindari antara lain kembali ke kabin atau kendaraan hanya untuk mengambil barang pribadi, membawa terlalu banyak barang ketika melakukan evakuasi, serta mengabaikan pengumuman dari awak kapal.
Penggunaan life jacket juga harus dilakukan dengan benar. Penumpang sebaiknya mengetahui terlebih dahulu cara mengenakan rompi keselamatan tersebut sebelum keadaan darurat terjadi.
Selain itu, penumpang tidak dianjurkan berpindah dari muster station atau titik kumpul evakuasi tanpa adanya arahan dari petugas.
Tindakan seperti langsung melompat ke laut atau menggunakan peralatan keselamatan tanpa instruksi juga dapat meningkatkan risiko bagi penumpang.
Khoiri juga menekankan bahwa ketertiban merupakan bagian penting dari keselamatan selama proses evakuasi.
“Dalam keadaan situasi darurat, ketertiban merupakan bagian dari keselamatan. Kepanikan dari satu orang dapat membahayakan banyak orang lainnya,” katanya.
Pentingnya Kenali perlengkapan keselamatan sebelum kapal berangkat
Keselamatan di kapal tidak hanya menjadi tanggung jawab awak kapal.
Penumpang juga perlu mempersiapkan diri sejak sebelum perjalanan dimulai.
Salah satu hal sederhana yang bisa dilakukan adalah mencari tahu lokasi life jacket yang tersedia di kapal.
Penumpang juga perlu memahami bagaimana cara menggunakan rompi tersebut dengan tepat.
Selain itu, perhatikan lokasi muster station dan jalur yang harus dilewati apabila sewaktu-waktu dilakukan evakuasi.
Pengumuman keselamatan atau safety announcement dan demonstrasi keselamatan (safety demonstration) juga sebaiknya diperhatikan dengan serius.
Khoiri mengingatkan agar penumpang tidak menganggap penjelasan keselamatan tersebut hanya sebagai formalitas sebelum perjalanan.
“Perhatikan safety announcement atau safety demonstration dan jangan menganggapnya hanya sekadar formalitas,” ujarnya.
Kenali tanda alarm keadaan darurat
Penumpang juga perlu mengetahui tanda yang digunakan kapal ketika terjadi keadaan darurat.
Menurut Khoiri, general emergency alarm dapat ditandai dengan bunyi klakson kapal sebanyak tujuh kali atau lebih secara beruntun, kemudian diikuti satu bunyi klakson panjang.
Jika mendengar pola alarm tersebut, penumpang diminta tidak langsung panik. Ada beberapa hal utama yang perlu dilakukan, yaitu tetap tenang, mendengarkan pengumuman, menuju titik kumpul atau muster station, serta mengikuti instruksi awak kapal.
Jangan langsung melompat ke laut
Salah satu hal yang sangat penting adalah penumpang jangan mengambil keputusan untuk meninggalkan kapal atas kemauan sendiri.
Jika situasi mengharuskan kapal ditinggalkan, keputusan abandon ship berada di bawah komando nakhoda dan dilakukan melalui prosedur keselamatan yang telah ditetapkan.
“Jangan pernah melompat ke laut atau meninggalkan kapal atas inisiatif sendiri. Keputusan abandon ship berada dalam komando nakhoda dan dilaksanakan secara terorganisasi sesuai prosedur keselamatan kapal,” jelas Khoiri.
Menurutnya, keberadaan peralatan keselamatan saja belum cukup untuk menjamin keselamatan penumpang.
Kesiapan awak kapal yang terlatih serta pemahaman penumpang terhadap prosedur keselamatan juga memiliki peran penting.
Ketika keadaan darurat benar-benar terjadi, seluruh pihak harus mengikuti arahan dalam satu komando agar proses evakuasi dapat berlangsung dengan tertib.
“Dan semuanya perlu bergerak dalam satu komando ketika keadaan darurat benar-benar terjadi,” pungkasnya.