
PurwakartaUpdate.com – Kabar baik bagi masyarakat Indonesia paspor Indonesia bisa berkunjung 88 negara dengan prosedur masuk yang lebih sederhana, tanpa harus mengurus visa konvensional terlebih dahulu.
Melihat pada data Global Passport Index per Juli 2026, terdapat 89 negara yang memberikan kemudahan masuk bagi pemegang paspor Indonesia. Namun, tidak semuanya memiliki aturan yang sama.
Secara umum, akses tersebut terbagi menjadi tiga kategori, yaitu bebas visa langsung, Visa on Arrival (VoA), serta Electronic Travel Authorization (eTA).
Berikut rinciannya:
1. Bebas Visa Langsung
Dalam kategori ini, WNI bisamasuk ke negara tujuan tanpa mengajukan dulu visa sebelum keberangkatan.
Meski begitu, pelancong tentunya tetap harus menyiapkan sejumlah dokumen perjalanan.
Umumnya, paspor harus masih berlaku, disertai tiket pulang-pergi dan bukti pemesanan tempat menginap apabila diminta petugas imigrasi.
Berikut daftar negara-negara yang masuk dalam daftar bebas visa langsung beserta durasi tinggal yang tercantum dalam data tersebut:
– Angola — 30 hari
– Barbados — 90 hari
– Belarus — 30 hari
– Brasil — 30 hari
– Brunei Darussalam — 14 hari
– Filipina — 30 hari
– Fiji — 120 hari
– Gambia — 90 hari
– Guyana — 30 hari
– Haiti — 90 hari
– Hong Kong — 30 hari
– Iran — 15 hari
– Kamboja — 30 hari
– Kazakhstan — 30 hari
– Kiribati — 90 hari
– Kolombia — 90 hari
– Laos — 30 hari
– Makau — 30 hari
– Malaysia — 30 hari
– Mali — 30 hari
– Maroko — 90 hari
– Mikronesia — 30 hari
– Myanmar — 14 hari
– Namibia — 30 hari
– Peru — 180 hari
– Rwanda — 90 hari
– Saint Vincent and the Grenadines — 90 hari
– Serbia — 30 hari
– Singapura — 30 hari
– Suriname — Tourist Card 90 hari
– Tajikistan — 30 hari
– Teritorial Palestina — tanpa batasan khusus
– Thailand — 60 hari
– Timor Leste — 30 hari
– Tunisia — 90 hari
– Turki — 30 hari
– Uzbekistan — 30 hari
– Venezuela — 90 hari
– Vietnam — 30 hari
– Chile — 90 hari
– Dominika — 21 hari
– Ekuador — 90 hari
2. Negara yang Memberikan Visa on Arrival
Selain bebas visa langsung, ada pula negara yang memberikan fasilitas Visa on Arrival (VoA).
Artinya, WNI tidak perlu mengurus visa melalui kedutaan sebelum berangkat. Pengajuan visa dilakukan ketika wisatawan sudah tiba di negara tujuan, biasanya melalui bandara atau pelabuhan yang menyediakan layanan tersebut.
Dalam data yang digunakan, terdapat 40 negara yang masuk kategori VoA bagi pemegang paspor Indonesia.
Daftarnya meliputi:
– Armenia — 120 hari
– Azerbaijan — 30 hari
– Bangladesh — 30 hari
– Bolivia
– Burundi
– Djibouti
– Etiopia — 90 hari
– Gabon
– Guinea
– Guinea-Bissau — 90 hari
– Guinea Ekuatorial
– India
– Kepulauan Marshall — 90 hari
– Komoros — 45 hari
– Kongo
– Kuba
– Kirgistan — 30 hari
– Madagaskar — 90 hari
– Malawi — 30 hari
– Maladewa — 30 hari
– Mauritania
– Nepal
– Nigeria
– Oman — 30 hari
– Palau — 30 hari
– Papua Nugini — E-visitors 60 hari
– Paraguay — 30 hari
– Qatar — 30 hari
– Samoa — 90 hari
– Sierra Leone — 30 hari
– Sri Lanka — 30 hari
– Sudan Selatan
– Tanzania
– Togo
– Tuvalu — 30 hari
– Uganda
– Ukraina
– Yordania — 30 hari
– Zimbabwe — 90 hari
3. Negara yang Memerlukan eTA
Kategori terakhir adalah Electronic Travel Authorization (eTA).
Berbeda dengan VoA, wisatawan perlu melakukan pendaftaran secara online sebelum melakukan perjalanan. Setelah mendapatkan persetujuan, izin perjalanan tersebut akan dikaitkan secara elektronik dengan paspor.
Dalam daftar yang digunakan, terdapat tujuh negara yang menerapkan skema eTA bagi WNI, yaitu:
– Jepang
– Kenya
– Mozambik
– Pantai Gading
– Saint Kitts and Nevis
– Seychelles
– Sri Lanka
Tetap Cek Aturan Sebelum Berangkat
Dengan kemudahan bebas visa bukan berarti wisatawan bisa langsung berangkat tanpa persiapan.
Setiap negara memiliki aturan imigrasi yang dapat berbeda, termasuk mengenai masa berlaku paspor, tiket pulang, bukti akomodasi, hingga persyaratan tambahan lainnya.
Karena aturan perjalanan dapat berubah sewaktu-waktu.
calon wisatawan sebaiknya mengecek lebih dulu aturan terbaru melalui sumber resmi pemerintah atau imigrasi negara tujuan sebelum membeli tiket.
Dengan begitu, perjalanan ke luar negeri bisa dipersiapkan dengan lebih aman dan tidak terkendala saat pemeriksaan imigrasi.