Masalah ini bisa terjadi ketika dokumen dipindai menggunakan perangkat yang kurang memadai atau ukuran file diperkecil secara berlebihan.
Untuk menghindarinya, pastikan hasil pemindaian tetap tajam dan seluruh informasi dapat terbaca dengan jelas sebelum dokumen diunggah.
2. Persyaratan Dokumen Tambahan Belum Lengkap
Setiap jenis visa memiliki persyaratan yang berbeda. Selain dokumen utama, ada kategori visa tertentu yang mewajibkan pemohon melampirkan berkas tambahan.
Jika hanya berpatokan pada persyaratan umum, pemohon berisiko melewatkan dokumen yang sebenarnya diperlukan.
Sebaiknya, periksa daftar persyaratan sesuai jenis visa yang akan diajukan. Pastikan seluruh berkas sudah tersedia sebelum memulai proses permohonan.
3. Masa Berlaku Paspor Tidak Memenuhi Ketentuan
Paspor yang masa berlakunya hampir habis juga perlu menjadi perhatian. Sejumlah negara atau jenis visa mensyaratkan paspor masih berlaku dalam jangka waktu tertentu setelah rencana perjalanan atau masa tinggal berakhir.
Salah satu ketentuan yang umum dijumpai adalah masa berlaku paspor minimal enam bulan.
Namun, aturan ini tidak berlaku secara seragam untuk semua negara dan jenis perjalanan.
Karena itu, periksa ketentuan resmi negara tujuan dan jenis visa yang diajukan. Jika masa berlaku paspor tidak mencukupi, pertimbangkan untuk memperpanjangnya terlebih dahulu.
4. Belum Menyelesaikan Proses EPO atau ERP
Bagi warga negara asing yang berada di Indonesia menggunakan Izin Tinggal Terbatas (ITAS), penyelesaian status izin tinggal juga dapat memengaruhi proses pengajuan visa tertentu.
Dalam kondisi tertentu, pemegang ITAS yang tidak dapat memperpanjang izin tinggalnya perlu menyelesaikan proses Exit Permit Only (EPO) atau Exit Re-Entry Permit (ERP), sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala Subbagian Humas Direktorat Jenderal Imigrasi, Achmad Nur Saleh, menjelaskan bahwa pemohon dalam kondisi tersebut dapat mengajukan visa onshore setelah menyelesaikan proses yang diperlukan dan melampirkan bukti pendukung.
