Close Menu
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Terpopuler

Hari Jadi Purwakarta 2026 Siap Digelar, Catat Jadwal dan Lokasi Kegiatannya

Selasa, 9 Juni 2026

PATRAS dan Karang Taruna RW 06 Sukajadi Santuni Anak Yatim di Momen Hari Jadi Purwakarta

Senin, 22 Juni 2026

Diduga Usai Berselisih dengan Sekelompok Pemuda, Sekuriti Ditemukan Tewas di Tanggul Kayat Jatiluhur

Jumat, 24 Juli 2026

Misteri SINDANGKASIH dalam Sejarah Kepemimpinan KDM dan DALEM SHOLAWAT

Selasa, 21 Juli 2026

Perdana! Hari Jadi Purwakarta ke-195, Masyarakat Edukasi Sejarah dengan Twibbon

Sabtu, 18 Juli 2026
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Sorawarga

Tuturut Munding: ‘Ti Beurang Batur Puasa, Manehna Jajan Samangka’ Fenomena Ramadan?

By RedaksiSelasa, 3 Maret 2026
Doel Sumbang dan tradisi Ramadan dalam lagu Tuturut Munding
Ilustrasi jajan samangka (Foto: Net)

“Saya berpegang pada satu prinsip, yaitu sabda Rasulullah SAW, bahwa akhir zaman akan ditandai dengan penurunan moral. Artinya, seiring berjalannya waktu, perilaku manusia semakin memburuk. Oleh karena itu, lagu-lagu bertema seperti ‘Tuturut Munding’ akan selalu relevan, karena akan selalu ada orang-orang dengan perilaku semacam itu,” tambahnya.

Pernyataan itu memperjelas bahwa lagu religi Sunda ini lahir dari kegelisahan, bukan sekadar kreativitas iseng.

Namun mendengarkan Tuturut Munding tentu tak bisa disederhanakan menjadi tudingan. Dalam ajaran Islam sendiri, ada kondisi yang membolehkan seseorang tidak berpuasa, seperti karena sakit, dalam perjalanan, atau keadaan tertentu yang memang mendapat keringanan.

Baca Juga:  Warga Desa Wanawali Cibatu Sambut Antusias Kegiatan TMMD Ke-113 Tahun 2022

Karena itu, penggalan tentang “jajan samangka” tidak bisa serta-merta dimaknai sebagai vonis terhadap siapa pun yang terlihat tidak berpuasa.

Lagu ini lebih tepat dipahami sebagai sindiran terhadap sikap abai yang disengaja, atau kecenderungan ikut-ikutan tanpa kesadaran. Ia menyentil perilaku, bukan mengadili keadaan.

Sindiran yang Tidak Berteriak

Kekuatan lirik Tuturut Munding ada pada kesederhanaannya. Tidak ada ceramah panjang. Tidak ada tudingan keras. Yang ada hanya potongan adegan saat orang lain tarawih, ia justru “cindeukul gapleh”. Malam takbiran berkumandang, ia mabuk di pengkolan.

Baca Juga:  Terdampak Armada Sampah, Pemkab Purwakarta Beri Kompensasi Bagi Warga Margasari

Lagu ini tidak menunjuk siapa-siapa, tapi semua bisa merasa disentuh.

Fenomena Ramadan yang disinggung dalam lagu ini terasa seperti siklus tahunan. Setiap tahun ada yang khusyuk, setiap tahun pula ada yang memilih abai. Dan mungkin, di antara keduanya, ada banyak orang yang hanya ikut arus.

Itulah makna Tuturut Munding yang membuatnya bertahan lebih dari tiga dekade. Ia tidak usang karena yang disindir bukan zamannya, melainkan perilaku manusia yang tak banyak berubah.

Lirik Lagu Tuturut Munding – Doel Sumbang

Tuturut munding ( meureunan reuseup ka munding )

tuturut munding (meureun kasurupan munding )

tuturut munding ( boa boa ngelmu munding )

tuturut munding ( kalakuan siga munding )

 

Batur lieur, milu lieur

Batur ngaco, milu ngaco

batur gelo, milu gelo

diajak baleg teu daek

 

Batur saur milu saur

batur buka milu buka

ti beurang batur puasa

manehna jajan samangka

 

Batur saur milu saur

batur buka milu buka

ti peuting batur taraweh

manehna cindeukul gapleh

 

Malem lebaran

batur di masjid takbiran

manehna sorangan

mabok AO di pengkolan

 

Poe lebaran

batur salembur solat ied

manehna ngajoprak

dipepende ku jin iprit.

(hen)

1 2
Doel Sumbang Puasa Ramadan Tuturut Munding
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link

Berita Lainnya

Program P3-TGAI Sri Surya Buana Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Poktan Desa Parungbanteng: Utamakan Mutu, Kualitas, dan Kemanfaatan bagi Petani

Rabu, 8 Juli 2026

Dinilai Ganggu Pandangan Pengendara, Gerai Roti’O di Depan Gang Seroja Purwakarta Dikeluhkan Warga

Selasa, 23 Juni 2026

Haul Akbar Mama Sempur ke-51: Momentum Menguatkan Keteladanan Guru di Tengah Krisis Adab Pelajar

Minggu, 26 April 2026

Di Balik Megahnya Air Mancur, Ruang Kreatif Pemuda Purwakarta Dipertanyakan

Kamis, 26 Februari 2026

Comments are closed.

Terpopuler

Hari Jadi Purwakarta 2026 Siap Digelar, Catat Jadwal dan Lokasi Kegiatannya

Selasa, 9 Juni 2026

PATRAS dan Karang Taruna RW 06 Sukajadi Santuni Anak Yatim di Momen Hari Jadi Purwakarta

Senin, 22 Juni 2026

Diduga Usai Berselisih dengan Sekelompok Pemuda, Sekuriti Ditemukan Tewas di Tanggul Kayat Jatiluhur

Jumat, 24 Juli 2026

Misteri SINDANGKASIH dalam Sejarah Kepemimpinan KDM dan DALEM SHOLAWAT

Selasa, 21 Juli 2026

Perdana! Hari Jadi Purwakarta ke-195, Masyarakat Edukasi Sejarah dengan Twibbon

Sabtu, 18 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Privacy Policy
  • Indeks
© 2026 purwakartaupdate.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.