Ia menegaskan, kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada para siswa melalui interaksi langsung dengan masyarakat desa.
Para siswa diajak belajar mengenai kehidupan sederhana di lingkungan pedesaan, hidup mandiri, memasak sendiri, hingga bekerja sama dengan anggota kelompok.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberi pengalaman nyata kepada anak-anak. Mereka belajar berinteraksi dengan warga, belajar kesederhanaan di desa, belajar mandiri, masak sendiri, kemudian belajar bekerja sama dengan teman-teman yang satu kelompok,” ujarnya.
Risang berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal penting bagi siswa dalam membangun karakter, terutama dalam hal kemandirian, tanggung jawab, kerja sama, dan kedisiplinan.
“Harapannya mereka memiliki bekal kemandirian, tanggung jawab pribadi, kerja sama kelompok, dan disiplin. Ini tentu menjadi bekal untuk mereka ke depannya,” pungkasnya.
