Ia menilai interaksi langsung antara siswa dengan masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam proses pendidikan. Para siswa tidak hanya belajar di dalam ruang kelas, tetapi juga mengenal kehidupan masyarakat, termasuk aktivitas pertanian dan pola interaksi sosial di lingkungan desa.
“Pembelajarannya bagaimana siswa-siswa yang ada di Jakarta melakukan bagaimana bercocok tanam padi, kemudian bagaimana kehidupan masyarakat di sini, interaksinya antara sesama warga. Berarti pembelajaran ini sangat penting sekali bagi siswa yang ada di Jakarta,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Lab School Ciracas Risang Danardana L menjelaskan, pemilihan Desa Cihanjawar sebagai lokasi Trip Observasi dilakukan melalui sejumlah pertimbangan.
Menurutnya, sekolah mempertimbangkan ketersediaan rumah warga yang dapat menjadi tempat tinggal peserta, sumber air, lahan terbuka, tempat ibadah, serta yang paling penting adalah kesiapan dan izin dari masyarakat setempat.
“Kita memilih lokasi ada beberapa yang kita pertimbangkan. Antara lain rumah penduduk yang cukup, kemudian sumber air atau air yang cukup, kemudian ada tanah lapang sedikit, tempat ibadah, lalu masyarakat yang mengizinkan tentunya menjadi pertimbangan sekolah,” jelas Risang.
