Selama kegiatan, para peserta mengikuti berbagai agenda pengembangan kepemimpinan, mulai dari lokakarya, diskusi panel lintas sektor, hingga audiensi bersama pemangku kebijakan dan pimpinan kementerian.
Salah satu isu yang menjadi perhatian Agung dalam forum tersebut adalah pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. Ia menyampaikan aspirasi mengenai pentingnya membangun sistem yang inklusif dan berkeadilan agar penyandang disabilitas mendapatkan kesempatan yang setara dalam berbagai aspek kehidupan.
Aspirasi tersebut menyoroti pentingnya aksesibilitas, perlindungan hak, serta kesetaraan kesempatan bagi seluruh masyarakat. Pembangunan nasional dinilai tidak cukup hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga harus memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal.
Bagi Agung, isu disabilitas menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang lebih adil dan inklusif. Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk berpartisipasi, berkembang, dan berkontribusi bagi masyarakat.
Keikutsertaan Agung dalam menyuarakan isu tersebut juga menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki ruang untuk mendorong perubahan sosial, termasuk melalui penyampaian gagasan dalam forum nasional.
