Selain itu, kondisi tebing yang dipenuhi bebatuan tajam membuat seluruh tim harus ekstra hati-hati dalam memasang tali pengaman maupun menentukan titik pijakan.
Hadi menjelaskan, persiapan kegiatan tersebut telah dilakukan selama kurang lebih satu bulan. Tim terlebih dahulu melakukan pemetaan serta menginventarisasi kondisi bebatuan di sepanjang jalur tebing untuk memastikan keamanan para pengibar.
“Ini pertama kali di Gunung Sembung. Gunung Sembung ini gunung perawan yang memang belum pernah dijamah para pemanjat. Persiapannya sebulan karena kami melihat potensi bebatuan yang berada di tebing, takutnya jatuh,” ujarnya.
Batu-batu yang dinilai rawan kemudian disingkirkan sebelum pelaksanaan. Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko selama proses pemanjatan hingga pengibaran bendera berlangsung.
