Sejumlah komunitas pendaki yang terlibat antara lain Stepa, Panel, Arsapala, Pakar, Kompas, Nirbayq, Anak Rimba, hingga Pendaki Muda Purwakarta.
Perwakilan penyelenggara, Bustom, menyampaikan bahwa dana yang terkumpul akan dialokasikan secara spesifik sesuai dengan kebutuhan mendesak di kedua wilayah sasaran.
“Hasil penggalangan dana ini kami bagi untuk dua fokus utama. Untuk Kalimantan, bantuan diarahkan mendampingi penanganan karhutla, di mana personel dari Mapala MJHP sudah standby di lapangan. Sementara untuk NTT, dana disalurkan bagi masyarakat terdampak gempa bumi melalui posko relawan yang telah didirikan oleh perwakilan Mapala Purwakarta bersama jaringan Mapala se-Indonesia,” ujar Bustom kepada awak media, Sabtu (12/9/2026).
Lebih dari sekadar mengumpulkan donasi, aksi yang berlangsung pada 4 hingga 11 September 2026 ini membawa misi besar untuk memantik kesadaran kolektif generasi muda di Purwakarta terhadap persoalan ekologis dan kemanusiaan.
