Saepul menjelaskan, salah satu kekuatan konsep Pasar Sasagaran terletak pada sajian makanan tradisional yang memiliki karakter berbeda dengan tempat kuliner lainnya.
“Karena ada khasnya, makanan-makanan tradisional yang tidak disuguhkan di tempat-tempat lain, dengan ciri khasnya masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Dangdeur, Tatang Taryana, mengungkapkan rasa syukurnya atas perjalanan Pasar Sasagaran yang telah berjalan selama satu tahun.
Menurut Tatang, keberadaan pasar tersebut bukan sekadar menjadi ruang aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi wadah untuk mempertahankan seni dan budaya lokal serta membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha.
