Menurutnya, dalam kurun waktu satu tahun, pendapatan yang sebelumnya hanya sekitar Rp18 juta kini dapat mencapai sekitar Rp7 miliar.
“Ya, Rp7 miliar dalam satu tahun ini. Kita berharap semua desa di Purwakarta punya tema-tema seperti Pasar Sasagaran, dengan ciri khasnya masing-masing,” ujar Saepul Bahri Binzein.
Ia menilai, keberadaan Pasar Sasagaran tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi jual beli, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata kuliner di Kabupaten Purwakarta.
“Ini menjadi salah satu wisata kuliner di Purwakarta. Saya yakin ke depannya akan muncul Pasar Sasagaran lainnya,” katanya.
