4. Menebar Benih Ikan Lele
Memasukkan ikan ke dalam lingkungan baru membutuhkan penanganan khusus agar tingkat kelangsungan hidupnya (survival rate) tinggi:
-
Lakukan proses aklimatisasi atau penyesuaian suhu terlebih dahulu. Caranya, rendam wadah atau kantong plastik berisi bibit lele ke dalam kolam selama 10–15 menit sebelum benih dilepas bebas.
-
Tebar benih ikan lele secara perlahan-lahan ke dalam air agar ikan tidak mengalami stres.
Ikan lele menjadi pilihan utama dalam sistem akuaponik rumahan karena memiliki daya tahan tubuh yang sangat kuat, adaptif terhadap kondisi air minim oksigen, serta memiliki masa pemeliharaan yang terbilang singkat.
5. Mengatur Sirkulasi dan Memanfaatkan Siklus Alami
Keunggulan utama sistem akuaponik terletak pada prinsip simbiosis mutualisme yang terjadi secara otomatis melalui siklus nitrogen:
Ikan lele yang diberi pakan secara teratur akan menghasilkan kotoran serta sisa pakan di dasar air. Kotoran ini mengandung amonia yang cukup tinggi. Kehadiran bakteri baik (bakteri nitrifikasi) di dalam air kolam akan mengubah amonia beracun tersebut menjadi senyawa nitrat. Nitrat inilah yang bertindak sebagai pupuk organik alami bernutrisi tinggi bagi tanaman sawi.
Selanjutnya, akar tanaman sawi akan menyerap pasokan nitrat tersebut sebagai nutrisi pertumbuhan. Secara bersamaan, proses penyerapan ini memfilter air kolam secara alami sehingga air kembali bersih dan aman bagi kelangsungan hidup ikan lele.
