Berdasarkan keterangan Departemen Kehakiman AS, Smith menjalankan skema manipulasi streaming sejak 2017.
Ia membuat ribuan akun palsu di berbagai layanan musik digital, termasuk Amazon Music, Apple Music, Spotify, dan YouTube Music.
Akun-akun tersebut didaftarkan menggunakan alamat email palsu dan kartu debit curian.
Setelah itu, Smith memanfaatkan perangkat lunak khusus untuk memutar lagu-lagunya secara otomatis.
Dalam satu waktu, ia disebut mampu mengoperasikan hingga 10.000 akun bot sekaligus.
Setiap pemutaran yang tercatat berpotensi menghasilkan royalti. Dengan cara tersebut, Smith berusaha mendapatkan uang dari aktivitas streaming yang sebenarnya tidak berasal dari pendengar sungguhan.
Kasus ini menjadi sorotan karena memperlihatkan bagaimana sistem pembayaran royalti musik dapat disalahgunakan melalui otomatisasi dan akun palsu.
Lagu-lagu yang digunakan dalam skema tersebut sebagian besar dibuat menggunakan teknologi AI.
Ketika ditangkap pada 2024, Smith telah menghasilkan ratusan ribu lagu AI. Jumlah itu memberinya banyak materi untuk diputar melalui jaringan akun bot miliknya.
