Salah satu pengguna bahkan menyebutnya sebagai versi jet pribadi untuk orang dengan anggaran terbatas.
Namun, ada juga yang mengaku akan merasa panik jika mengalami kejadian serupa. Mereka khawatir salah tempat atau salah jadwal ketika melihat tidak ada penumpang lain di area keberangkatan.
Komentar lain menyoroti hal-hal kecil yang dianggap lucu. Meski menjadi satu-satunya penumpang, wanita tersebut disebut tetap harus memasukkan koper ke bagasi karena kompartemen atas dikabarkan tidak memiliki ruang yang cukup.
Dalam unggahannya, wanita itu turut membagikan empat foto. Gambar tersebut memperlihatkan kabin pesawat yang kosong, dirinya bersama kapten, serta kokpit yang dikunjunginya setelah mendarat.
United Airlines juga pernah memiliki cerita lain yang menarik perhatian penumpang. Kali ini, seorang kapten mengambil inisiatif membantu penumpang yang mengalami penundaan penerbangan panjang.
Dalam kejadian tersebut, sekitar 150 penumpang harus menunggu di bandara setelah pesawat dialihkan ke New Mexico akibat keadaan darurat medis.
Penerbangan itu mengalami penundaan hingga tujuh jam. Sementara kru pengganti masih dalam perjalanan, sejumlah restoran di bandara hampir tutup dan para penumpang mulai kelaparan.
Kapten Scott Wardle kemudian mengambil inisiatif memesan 30 pizza untuk dibagikan kepada para penumpang di area gerbang keberangkatan.
Langkah tersebut membuat suasana yang semula dipenuhi rasa kesal berubah menjadi lebih hangat. Para penumpang bisa menikmati makanan bersama sambil menunggu penerbangan kembali dilanjutkan.
Kedua cerita tersebut menunjukkan bagaimana perjalanan udara terkadang menghadirkan pengalaman yang jauh berbeda dari perkiraan penumpang.
