Dalam pembuatannya, bambu dimanfaatkan sebagai struktur utama untuk meletakkan pot-pot tanaman. Sementara itu, botol plastik bekas yang sudah tidak digunakan dimanfaatkan kembali sebagai wadah tanam.
Pemanfaatan botol bekas tersebut menjadi salah satu bentuk pengelolaan limbah anorganik dengan memberikan fungsi baru pada barang yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah.

Tak hanya limbah plastik, program ini juga memanfaatkan limbah organik berupa sisa sayur dan buah. Limbah tersebut diolah menjadi pupuk organik cair yang kemudian digunakan untuk perawatan tanaman.
Pemanfaatan POC menjadi bagian penting dalam program ini karena menghubungkan pengelolaan limbah organik dengan kegiatan budidaya tanaman.
