Ia juga mengapresiasi semangat para pemain yang dinilai telah menunjukkan kemampuan terbaik selama mengikuti pertandingan.
Menurut Sadiyah, capaian tersebut tidak diperoleh secara instan. Para pemain telah menjalani proses pembinaan dan latihan sepak bola sejak duduk di bangku SMP.
“Melihat para pemain, mereka sangat semangat dan bermain semaksimal mungkin. Ini bukan hasil dari proses yang dadakan, tetapi merupakan proses panjang. Sejak kelas 7, kelas 8, mereka sudah terus berlatih dan mengembangkan kemampuan di sepak bola,” jelasnya.
Ia berharap, melalui kompetisi GSI dan pembinaan sepak bola di lingkungan sekolah, akan lahir pesepak bola muda berbakat yang mampu mengharumkan nama Purwakarta, sekaligus meneruskan sejarah kejayaan sepak bola daerah tersebut.
