Close Menu
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Terpopuler

Hari Jadi Purwakarta 2026 Siap Digelar, Catat Jadwal dan Lokasi Kegiatannya

Selasa, 9 Juni 2026

Kisah Keluarga Atmanagara, Keturunan Perintis Purwakarta dan Bogor yang Multi-Talenta

Selasa, 1 Juli 2025

PATRAS dan Karang Taruna RW 06 Sukajadi Santuni Anak Yatim di Momen Hari Jadi Purwakarta

Senin, 22 Juni 2026

Diduga Usai Berselisih dengan Sekelompok Pemuda, Sekuriti Ditemukan Tewas di Tanggul Kayat Jatiluhur

Jumat, 24 Juli 2026

Misteri SINDANGKASIH dalam Sejarah Kepemimpinan KDM dan DALEM SHOLAWAT

Selasa, 21 Juli 2026
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Ragam

BPS: Rumah Beratap Asbes Masuk Kategori Tidak Layak Huni, Ini Alasannya

By Agung IsmawanRabu, 14 Oktober 2026
BPS: Rumah Beratap Asbes Masuk Kategori Tidak Layak Huni, Ini Alasannya
Pemerintah meninjau kondisi rumah warga di Palmerah, Jakarta Barat, sebagai bagian dari pelaksanaan program Bedah Rumah untuk meningkatkan kelayakan hunian masyarakat. Foto: Sesuaikan dengan kredit foto resmi.

Jakarta Barat menjadi wilayah dengan jumlah RTLH terbanyak, yakni sekitar 258.000 unit.

Angka tersebut menggambarkan besarnya kebutuhan perbaikan hunian bagi warga yang masih tinggal di rumah dengan kondisi fisik kurang memadai.

Dalam kunjungannya, Maruarar meninjau rumah milik Andri S, seorang buruh harian lepas yang berpenghasilan sekitar Rp 1 juta per bulan.

Andri tinggal bersama dua anaknya di rumah berukuran 15 meter persegi. Ia telah menempati rumah tersebut sejak lahir, atau selama 49 tahun.

Baca Juga:  6 Pilihan Gunung Dekat ke Jakarta untuk Mendaki

Kondisi bangunan itu memerlukan banyak perbaikan. Bagian pondasi dan sloof sudah rapuh, sementara bangunan tidak memiliki kolom dan ring balok.

Rangka atap juga rentan. Dinding rumah mengalami keretakan, sedangkan atap asbes rusak berat dan bocor ketika hujan turun.

Masalah lainnya, rumah tersebut belum dilengkapi fasilitas sanitasi.

Kondisi serupa dialami Aisah, perempuan yang telah tinggal selama 40 tahun di rumah berukuran 33 meter persegi.

Aisah mengurus rumah tangga dan memperoleh bantuan penghasilan sekitar Rp 500.000 per bulan dari anaknya.

Baca Juga:  Masuk Program Gentengisasi, Menteri PKP Maruarar Sirait Buka Peluang Besar UMKM Plered
1 2 3
Amalia Adininggar Asbes Bedah Rumah BPS Jakarta Jakarta Barat Kementerian PKP Maruarar Sirait Properti Rumah Tidak Layak Huni
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link

Berita Lainnya

Baru Sehari Dilantik, Kapolresta Sleman Kembali Dimutasi

Rabu, 14 Oktober 2026

Internet Warga Bandung Masih Gangguan, Operator Diberi Waktu 14 Hari untuk Berbenah

Selasa, 13 Oktober 2026

77 Bangunan Dibongkar, Kawasan Pasar Kiaracondong Bandung Mulai Ditata

Selasa, 13 Oktober 2026

Sampah Kabupaten Bandung Menumpuk, Pemkab: Pengiriman 450 Ton per Hari ke TPPAS

Selasa, 13 Oktober 2026

Comments are closed.

Terpopuler

Hari Jadi Purwakarta 2026 Siap Digelar, Catat Jadwal dan Lokasi Kegiatannya

Selasa, 9 Juni 2026

Kisah Keluarga Atmanagara, Keturunan Perintis Purwakarta dan Bogor yang Multi-Talenta

Selasa, 1 Juli 2025

PATRAS dan Karang Taruna RW 06 Sukajadi Santuni Anak Yatim di Momen Hari Jadi Purwakarta

Senin, 22 Juni 2026

Diduga Usai Berselisih dengan Sekelompok Pemuda, Sekuriti Ditemukan Tewas di Tanggul Kayat Jatiluhur

Jumat, 24 Juli 2026

Misteri SINDANGKASIH dalam Sejarah Kepemimpinan KDM dan DALEM SHOLAWAT

Selasa, 21 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Privacy Policy
  • Indeks
© 2026 purwakartaupdate.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.