Jakarta Barat menjadi wilayah dengan jumlah RTLH terbanyak, yakni sekitar 258.000 unit.
Angka tersebut menggambarkan besarnya kebutuhan perbaikan hunian bagi warga yang masih tinggal di rumah dengan kondisi fisik kurang memadai.
Dalam kunjungannya, Maruarar meninjau rumah milik Andri S, seorang buruh harian lepas yang berpenghasilan sekitar Rp 1 juta per bulan.
Andri tinggal bersama dua anaknya di rumah berukuran 15 meter persegi. Ia telah menempati rumah tersebut sejak lahir, atau selama 49 tahun.
Kondisi bangunan itu memerlukan banyak perbaikan. Bagian pondasi dan sloof sudah rapuh, sementara bangunan tidak memiliki kolom dan ring balok.
Rangka atap juga rentan. Dinding rumah mengalami keretakan, sedangkan atap asbes rusak berat dan bocor ketika hujan turun.
Masalah lainnya, rumah tersebut belum dilengkapi fasilitas sanitasi.
Kondisi serupa dialami Aisah, perempuan yang telah tinggal selama 40 tahun di rumah berukuran 33 meter persegi.
Aisah mengurus rumah tangga dan memperoleh bantuan penghasilan sekitar Rp 500.000 per bulan dari anaknya.
