PurwakartaUpdate.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan kemungkinan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) jika kualitas udara terus memburuk secara signifikan.
Langkah ini menjadi salah satu upaya untuk melindungi kesehatan masyarakat di tengah ancaman polusi udara, termasuk kemungkinan dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, mengatakan pemerintah daerah terus memantau kondisi udara dan menyiapkan langkah antisipasi.
“Rekomendasi PJJ bagi siswa dapat diterapkan apabila kualitas udara mengalami pemburukan signifikan berdasarkan data resmi,” kata Chico dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).
Selain mempertimbangkan PJJ, Pemprov DKI juga membuka opsi pembatasan aktivitas luar ruangan, terutama bagi kelompok yang lebih rentan terhadap polusi.
Masyarakat juga diimbau menggunakan masker sesuai kebutuhan dan kondisi kualitas udara di lingkungan masing-masing.
“Pemprov DKI terus memantau secara intensif serta menyiapkan seluruh langkah antisipasi agar kesehatan warga, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan, tetap terlindungi,” tuturnya.
Langkah tersebut disiapkan sebagai bentuk antisipasi agar paparan polusi tidak semakin mengganggu kesehatan warga.
Sebelumnya, indikasi sebaran asap karhutla dari wilayah Sumatera dan Kalimantan terpantau melintas di atmosfer atas Jakarta dan sekitarnya pada 16 Oktober 2026.
Pemantauan tersebut mengacu pada citra satelit Himawari milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Namun, keberadaan asap di atmosfer atas tidak otomatis berarti kualitas udara di permukaan ikut memburuk. Asap yang terpantau disebut berada pada ketinggian beberapa kilometer.
