Namun, setibanya di hotel sekitar pukul 22.00 WITA, XL mendapati kode kombinasi pada kopernya telah berubah.
Ketika koper berhasil dibuka, kotak berisi perhiasan yang sebelumnya disimpan di dalamnya sudah tidak ada.
Setelah mengetahui perhiasannya hilang, XL meminta sopir dan pihak pemandu wisata bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Pihak penyedia jasa perjalanan kemudian mengantar XL bersama suaminya ke Polres Buleleng untuk membuat laporan resmi.
Polisi selanjutnya meminta keterangan awal dari sejumlah orang yang berkaitan dengan perjalanan korban.
Mereka antara lain pemandu wisata, sopir kendaraan, serta staf hotel di kawasan Lovina.
Hingga Minggu, 11 Oktober 2026, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui bagaimana perhiasan tersebut bisa hilang.
Belum ada kesimpulan mengenai pihak yang bertanggung jawab atas kehilangan tersebut. Polisi masih menelusuri keterangan para saksi dan rangkaian perjalanan korban.
