“Di Palangka Raya teridentifikasikan kepada kita ada paling tidak hampir 23.000 hektare areal yang sejatinya harus menjadi perhatian serius kita,” kata Hanif dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla pada wilayah KSPEAN di Jakarta Barat, Kamis (15/10/2026).
Hanif juga menyoroti kondisi langit yang tampak kekuningan akibat pekatnya asap. Menurutnya, keadaan tersebut menjadi gambaran seriusnya pencemaran udara yang ditimbulkan kebakaran.
Ia mengingatkan bahwa partikel pencemar di udara dapat membahayakan kesehatan masyarakat apabila kadarnya sudah sangat tinggi.
Pengusaha Diminta Ikut Membantu
Di tengah kondisi tersebut, Hanif mengajak dunia usaha untuk menunjukkan kepedulian melalui tindakan nyata. Ia menilai perusahaan pemegang konsesi memiliki kemampuan untuk mengerahkan sumber daya dalam membantu penanganan kebakaran.
“Saya ingin mengetuk kita semua untuk berempati di tengah-tengah upaya kita menangani karhutla di lokasi konsesi masing-masing,” ujar Hanif.
Ia berharap perusahaan tidak hanya berfokus pada wilayah yang berada di bawah izin konsesinya. Dukungan juga diharapkan diberikan untuk membantu mengurangi dampak kebakaran di wilayah sekitarnya.
Menurut Hanif, keterlibatan sektor swasta dapat memperkuat upaya pemerintah dalam menangani titik api dan mengurangi kepulan asap, khususnya di kawasan lahan gambut.
Hanif menegaskan perlunya kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi pengusaha, dan perusahaan untuk menghadapi karhutla.
