“Yang menemukan 6 orang. Saat mencangkul ada yang kena guci di kedalaman tanah sekitar 3 meter yang berpasir,” kata Widodo, salah satu warga yang menemukan dikutip dari detikcom.
Kala itu, enam orang warga setempat sedang melakukan penggalian tanah di kedalaman sekitar 3 meter untuk mencari tanah uruk. Cangkul salah satu warga tiba-tiba membentur benda keras yang ternyata merupakan guci kuno dari bahan perunggu.
Setelah digali lebih dalam, mereka menemukan total empat guci yang berisikan barang-barang kuno berupa:
-
Gelang emas bertatahkan ukiran halus
-
Cincin, kalung, dan mangkok emas
-
Berbagai perhiasan dan mata uang emas serta perak kuno dari era Kerajaan Mataram Kuno (abad ke-9 hingga ke-10 Masehi)
Temuan di Wonoboyo ini secara resmi dinobatkan oleh para arkeolog sebagai penemuan cagar budaya emas terbesar dan termegah sepanjang sejarah Indonesia. Total bobot emas yang ditemukan mencapai belasan kilogram dengan nilai historis dan artistik yang tak ternilai harganya.
Saat ini, sebagian besar Artefak Wonoboyo disimpan dan dipamerkan di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.
Kesimpulan
Penemuan emas kerajaan di Cigombong maupun Wonoboyo membuktikan betapa kaya dan berharganya jejak peradaban Nusantara di masa lalu.
Berawal dari ketidaksengajaan baik saat berburu senjata demi pertahanan negara maupun saat mencangkul tanah harian keberadaan harta karun ini kini menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah panjang Indonesia.***
