“Setelah guci itu dibuka, mereka menemukan kaus kaki yang berisikan barang keras. Kaus kaki itu mereka buka satu per satu. Mereka kaget melihat isinya emas permata dan berlian yang sudah dicongkel-congkel gemerlapan,” catat riwayat tersebut.
Berdasarkan laporan majalah Ekspres terbitan 29 September 1972, total harta karun yang ditemukan mencapai 7 kilogram emas dan 4 kilogram berlian yang berasal dari Perkebunan Pondok Gede, Bogor. Nilai perhiasan tersebut pada saat itu ditaksir hampir mencapai Rp6 miliar (nilai yang sangat fantastis di era 1970-an).
Diserahkan ke Bank Negara Indonesia (BNI-46)
Tak ingin salah langkah dalam situasi genting kemerdekaan, tim pembawa harta karun langsung mengamankan dan membawa hasil temuan itu ke ibu kota republik saat itu, Yogyakarta.
Harta karun tersebut secara resmi diserahkan kepada Bank Negara Indonesia (BNI-46) di Yogyakarta yang kala itu dipimpin oleh Raden Mas Margono Djojohadikusumo tokoh legendaris BNI sekaligus kakek dari Presiden RI Prabowo Subianto dan mantan Menteri Pertahanan RI.
Penyerahan aset bernilai tinggi ini menjadi jaminan penting bagi kedaulatan keuangan negara yang baru berdiri.
Maha Karya Wonoboyo 1990: Penemuan Emas Terbesar Sepanjang Sejarah RI
Kisah penemuan emas kerajaan yang tak sengaja tidak hanya berhenti di Jawa Barat. Cerita serupa kembali mengguncang publik pada bulan Oktober 1990 di Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
