Close Menu
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Terpopuler

Hari Jadi Purwakarta 2026 Siap Digelar, Catat Jadwal dan Lokasi Kegiatannya

Selasa, 9 Juni 2026

Kisah Keluarga Atmanagara, Keturunan Perintis Purwakarta dan Bogor yang Multi-Talenta

Selasa, 1 Juli 2025

PATRAS dan Karang Taruna RW 06 Sukajadi Santuni Anak Yatim di Momen Hari Jadi Purwakarta

Senin, 22 Juni 2026

Diduga Usai Berselisih dengan Sekelompok Pemuda, Sekuriti Ditemukan Tewas di Tanggul Kayat Jatiluhur

Jumat, 24 Juli 2026

Misteri SINDANGKASIH dalam Sejarah Kepemimpinan KDM dan DALEM SHOLAWAT

Selasa, 21 Juli 2026
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Peristiwa

Cegah Perang Sarung Saat Ramadan, Ketua MUI Purwakarta Desak Tindak Tegas

By YadiSenin, 2 Maret 2026
Ketua MUI Purwakarta, KH John Dien
Ketua MUI Purwakarta, KH John Dien. (Foto: JabarNews)

Purwakartaupdate.com –  Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Purwakarta, KH John Dien, memperingatkan meningkatnya risiko kekerasan dalam tradisi perang sarung selama Ramadan, terutama setelah muncul praktik menyimpang seperti memasukkan benda keras ke dalam sarung yang berpotensi melukai.

Di Purwakarta, Jawa Barat, KH John menegaskan bahwa pengawasan orang tua menjadi faktor utama untuk mencegah anak-anak terlibat dalam aksi yang dapat berkembang menjadi tawuran berbahaya.

“Saya mengajak semua orang tua untuk memantau anak-anak kita supaya tidak terlibat dan memicu perang sarung,” kata KH John Dien saat ditemui, Sabtu (28/2/2026).

Baca Juga:  Libur Lebaran, Polisi Di Purwakarta Intensifkan Patroli Ke Objek Wisata

Ia menilai, perang sarung yang semula dianggap permainan tradisional kini mengalami pergeseran makna dan berpotensi menjadi tindakan kekerasan. Menurutnya, penggunaan sarung yang diisi batu atau benda keras bukan lagi permainan, melainkan tindakan yang dapat mencederai orang lain dan melanggar norma hukum.

“Tak jarang, sarung yang digunakan diisi benda keras sehingga memicu emosi hingga berujung tawuran antar kelompok remaja. Sarung diisi batu itu perbuatan yang sangat menyimpang. Ini bisa menganiaya orang lain. Sangat dilarang,” ujarnya.

Baca Juga:  Di Tahun 2021, Panen Seluas 43.286 Hektar Area Sawah di Purwakarta, Melebihi Target?
1 2
John Dien Perang Sarung Perang Sarung Purwakarta Purwakarta
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link

Berita Lainnya

41 Tersangka Narkoba Ditangkap Di Purwakarta Selama 3 Bulan

Kamis, 3 September 2026

Bukan Penambangan! Aktivitas di Desa Cipinang Ternyata Program Cetak Sawah Baru Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Senin, 24 Agustus 2026

Inovasi Green Living di Kampung 40: Vertical Garden Berbasis Limbah untuk Mendukung Ketahanan Pangan oleh KKNT Inovasi IPB

Sabtu, 22 Agustus 2026

Video Dugaan Kekerasan Terhadap Anak Viral di Medsos, Polres Purwakarta Amankan Terduga Pelaku

Kamis, 13 Agustus 2026

Comments are closed.

Terpopuler

Hari Jadi Purwakarta 2026 Siap Digelar, Catat Jadwal dan Lokasi Kegiatannya

Selasa, 9 Juni 2026

Kisah Keluarga Atmanagara, Keturunan Perintis Purwakarta dan Bogor yang Multi-Talenta

Selasa, 1 Juli 2025

PATRAS dan Karang Taruna RW 06 Sukajadi Santuni Anak Yatim di Momen Hari Jadi Purwakarta

Senin, 22 Juni 2026

Diduga Usai Berselisih dengan Sekelompok Pemuda, Sekuriti Ditemukan Tewas di Tanggul Kayat Jatiluhur

Jumat, 24 Juli 2026

Misteri SINDANGKASIH dalam Sejarah Kepemimpinan KDM dan DALEM SHOLAWAT

Selasa, 21 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Privacy Policy
  • Indeks
© 2026 purwakartaupdate.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.