Pengelola hotel, restoran, dan kawasan wisata juga diharapkan memberikan informasi mengenai jalur evakuasi serta prosedur penyelamatan kepada pengunjung.
Dengan demikian, upaya penyelamatan tidak hanya bergantung pada kesiapan masyarakat yang tinggal di sekitar pantai, tetapi juga pada kesiapan pengelola dan pengunjung.
BPBD Jawa Barat telah melakukan edukasi dan simulasi kebencanaan di sejumlah kawasan pesisir, termasuk melalui kegiatan Ekspedisi Jabar Selatan pada 2024.
Namun, upaya tersebut perlu terus diperluas agar masyarakat semakin memahami risiko tsunami dan mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi tanda bahaya.
Edy menegaskan bahwa kesiapsiagaan perlu dibangun sebelum bencana terjadi, bukan ketika keadaan sudah darurat.
Mengenali tanda bahaya, mengetahui jalur evakuasi, menyiapkan kebutuhan darurat, dan memahami cara memberikan peringatan kepada warga lain menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko korban jiwa.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, hingga media, dalam membangun kesadaran terhadap ancaman bencana.
Menurut Edy, setiap pihak perlu mengambil inisiatif dan tidak hanya menunggu langkah dari pihak lain.
Kesiapsiagaan yang dilakukan bersama diharapkan dapat membantu masyarakat pesisir Jawa Barat bertindak lebih cepat ketika menghadapi potensi tsunami.
