Close Menu
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Terpopuler

Hari Jadi Purwakarta 2026 Siap Digelar, Catat Jadwal dan Lokasi Kegiatannya

Selasa, 9 Juni 2026

Kisah Keluarga Atmanagara, Keturunan Perintis Purwakarta dan Bogor yang Multi-Talenta

Selasa, 1 Juli 2025

PATRAS dan Karang Taruna RW 06 Sukajadi Santuni Anak Yatim di Momen Hari Jadi Purwakarta

Senin, 22 Juni 2026

Misteri SINDANGKASIH dalam Sejarah Kepemimpinan KDM dan DALEM SHOLAWAT

Selasa, 21 Juli 2026

Diduga Usai Berselisih dengan Sekelompok Pemuda, Sekuriti Ditemukan Tewas di Tanggul Kayat Jatiluhur

Jumat, 24 Juli 2026
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Peristiwa

Begini Cara Kenali Tanda Potensi Tsunami

By Agung IsmawanMinggu, 11 Oktober 2026
Ilustrasi Tsunami - Foto: chat gpt
Ilustrasi Tsunami - Foto: chat gpt

Menurut Edy, masyarakat harus memahami langkah penyelamatan diri agar tidak kehilangan waktu saat menghadapi situasi darurat.

Begini Cara Kenali Tanda Potensi Tsunami

Ada beberapa tanda yang perlu diperhatikan masyarakat, terutama mereka yang berada di wilayah pesisir.

1. Gempa terasa sangat kuat atau berlangsung lama

Gempa bumi yang kuat atau berlangsung cukup lama di kawasan pesisir harus menjadi peringatan untuk segera bersiap menyelamatkan diri.

Saat gempa terjadi, lindungi kepala dan tubuh dari benda yang berpotensi jatuh. Setelah guncangan berhenti, segera tinggalkan kawasan pantai dan bergerak menuju tempat yang lebih tinggi.

2. Air laut tiba-tiba surut

Perubahan permukaan air laut yang terjadi secara tidak biasa, termasuk surut secara mendadak, dapat menjadi salah satu tanda bahaya tsunami.

Baca Juga:  Pedagang di Pasar Rebo Baru Tambah Stok, Kios Malah Ludes Terbakar

Jika melihat kondisi tersebut setelah gempa, jangan mendekati pantai untuk melihat fenomena itu. Segera menjauh dan menuju tempat evakuasi.

3. Air laut naik secara tidak biasa

Selain surut mendadak, kenaikan permukaan air laut yang tidak wajar juga perlu diwaspadai.

Masyarakat sebaiknya tidak menunggu sampai gelombang terlihat besar untuk mulai menyelamatkan diri.

4. Terdengar suara gemuruh dari arah laut

Suara gemuruh yang tidak biasa dari arah laut juga bisa menjadi tanda bahaya.

Jika kondisi tersebut muncul setelah gempa kuat, warga pesisir perlu segera menjauh dari pantai dan mengikuti jalur evakuasi yang tersedia.

Baca Juga:  Toko Sparepart Motor di Jalan Ipik Gandamanah Dibobol Pencuri, Kerugian Capai Rp10 Juta
5. Hewan menunjukkan perilaku tidak biasa

Edy juga menyebut perilaku hewan, seperti burung yang beterbangan atau monyet yang berlarian menuju permukiman, sebagai hal yang dapat diperhatikan.

Namun, perilaku hewan bukan indikator tsunami yang dapat diandalkan secara mandiri.

Masyarakat tetap perlu mengutamakan tanda bahaya yang lebih jelas, terutama gempa kuat atau lama di kawasan pesisir.

Sirene Tidak Berbunyi? Warga Bisa Gunakan Kentongan

Edy mengingatkan kepada masyarakat agar tidak sepenuhnya bergantung pada sirene atau peringatan resmi.

Jika terjadi gempa sangat kuat atau berlangsung lama di wilayah pesisir, warga harus segera mengambil tindakan.

Baca Juga:  Melihat Destinasi Wisata Baru di Pangandaran Sungai Cigarendong

Jangan menunggu informasi tambahan apabila kondisi sudah menunjukkan potensi bahaya.

Apabila sirene tidak berbunyi, peringatan dapat disampaikan melalui sarana komunikasi yang tersedia di lingkungan masyarakat.

“Jika peringatan atau sirene resmi tidak berbunyi setelah gempa kuat, masyarakat pesisir bisa mengaktifkan peringatan berbasis komunitas, seperti kentongan di pos ronda, pengeras suara masjid, pengeras suara di kantor RW, maupun grup WhatsApp warga,” ujar Edy.

Menurutnya, sistem peringatan berbasis komunitas juga penting ketika listrik atau jaringan komunikasi mengalami gangguan.

Kentongan dan pengeras suara dapat membantu menyampaikan informasi kepada warga sekitar agar proses evakuasi berlangsung lebih cepat.

1 2 3 4
Bpbd Jawa Barat Pesisir Tsunami Wisata
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link

Berita Lainnya

Geger! Harta Karun Emas Kerajaan Senilai Miliaran Rupiah Tak Sengaja Ditemukan Warga di RI

Minggu, 11 Oktober 2026

Tsunami Megathrust Ancam Pesisir Jabar, Warga Diminta Waspada!

Minggu, 11 Oktober 2026

Daftar Hotel Terdekat dari Sirkuit Mandalika, Pilihan Pas Buat Nonton MotoGP Lombok

Jumat, 9 Oktober 2026

Cuma Modal Paspor, WNI Bisa Jelajah Kazakhstan dan Uzbekistan Tanpa Visa

Rabu, 7 Oktober 2026

Comments are closed.

Terpopuler

Hari Jadi Purwakarta 2026 Siap Digelar, Catat Jadwal dan Lokasi Kegiatannya

Selasa, 9 Juni 2026

Kisah Keluarga Atmanagara, Keturunan Perintis Purwakarta dan Bogor yang Multi-Talenta

Selasa, 1 Juli 2025

PATRAS dan Karang Taruna RW 06 Sukajadi Santuni Anak Yatim di Momen Hari Jadi Purwakarta

Senin, 22 Juni 2026

Misteri SINDANGKASIH dalam Sejarah Kepemimpinan KDM dan DALEM SHOLAWAT

Selasa, 21 Juli 2026

Diduga Usai Berselisih dengan Sekelompok Pemuda, Sekuriti Ditemukan Tewas di Tanggul Kayat Jatiluhur

Jumat, 24 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Privacy Policy
  • Indeks
© 2026 purwakartaupdate.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.