Wahyudin menyebut, proses adaptasi yang baik diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang nyaman sehingga setiap murid dapat berkembang secara optimal.
Lebih lanjut, Kepala Madrasah menyampaikan bahwa masa ta’aruf bukan hanya sekadar mengenalkan lingkungan sekolah secara fisik, tetapi juga memperkenalkan iklim pembelajaran di MAN Purwakarta.
“Murid akan mengenal para guru, mata pelajaran, metode pembelajaran, fasilitas madrasah, serta berbagai program unggulan yang akan mendukung perkembangan akademik maupun karakter mereka,” tuturnya.
Wahyudin berpesan agar seluruh rangkaian kegiatan MATAMUDA diikuti dengan sungguh-sungguh, disimak dengan baik, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bekal menjalani proses belajar di madrasah.
“Seluruh rangkaian MATAMUDA MAN Purwakarta 2026 dirancang oleh panitia dengan mengedepankan nilai-nilai humanis, edukatif, dan inspiratif. Berbagai kegiatan disusun agar mampu menghadirkan pengalaman yang menyenangkan, membangun rasa percaya diri, mempererat kebersamaan, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap madrasah,” tegas Wahyudin.
Dengan pendekatan tersebut, ia berharap, MATAMUDA menjadi pengalaman pertama yang berkesan sekaligus memberikan energi positif bagi seluruh murid baru.
“Melalui semangat, Satu Langkah Mengenal, Sejuta Langkah Menginspirasi”, MAN Purwakarta berharap setiap langkah awal yang ditempuh selama MATAMUDA menjadi fondasi lahirnya generasi madrasah yang berakhlak mulia, berprestasi, dan mampu memberikan inspirasi di lingkungan sekitarnya. Bersama seluruh warga madrasah, murid baru diajak untuk tumbuh, belajar, dan berkarya demi mewujudkan MAN Purwakarta sebagai madrasah yang unggul, adaptif, dan penuh prestasi,” harap Wahyudin. (*)
