“Awalnya Pak Mensos dan saya juga ragu-ragu, sekolah ini bagaimana polanya? Alhamdulillah, Pak Mensos atas perintah Presiden berhasil mewujudkan ini semua,” ungkapnya.
Kini, ia melihat Sekolah Rakyat memiliki pola yang semakin matang dan prospek yang menjanjikan.
“Alhamdulillah, Sekolah Rakyat telah memiliki model yang amat sangat mapan, pasti, dan prospeknya mencerahkan,” tambah Muhaimin.
Muhaimin berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi inspirasi bagi sistem pendidikan nasional, terutama dalam memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk berkembang sesuai kemampuan masing-masing.
“Kita ingin Sekolah Rakyat ini menjadi model pendidikan yang memberikan kualitas sesuai potensi dirinya, sesuai dengan apa yang menjadi harapan anak-anak didik kita,” ucapnya.
Ia juga berharap pendekatan yang diterapkan Sekolah Rakyat bisa memberikan pengaruh terhadap tata kelola pendidikan secara lebih luas.
Dengan begitu, pendidikan diharapkan tidak hanya mengejar hasil akademik, tetapi juga mampu membantu anak-anak mempersiapkan masa depan sesuai potensi mereka.
Muhaimin turut menyoroti pentingnya kebijakan pemerintah yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Ia menyebut penanggulangan kemiskinan harus menjadi salah satu tujuan utama dari kebijakan tersebut.
“Inilah bukti bahwa Sekolah Rakyat adalah bagian dari politik pemberdayaan kita, di mana salah satu upaya pemberdayaan adalah upaya penanggulangan kemiskinan,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) harus digunakan untuk menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
