Close Menu
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Terpopuler

PATRAS dan Karang Taruna RW 06 Sukajadi Santuni Anak Yatim di Momen Hari Jadi Purwakarta

Senin, 22 Juni 2026

Hari Jadi Purwakarta 2026 Siap Digelar, Catat Jadwal dan Lokasi Kegiatannya

Selasa, 9 Juni 2026

Sehari, Satres Narkoba Polres Purwakarta Tangkap 4 Pelaku Pengedar Obat Terlarang

Jumat, 19 Juni 2026

JMS Festival 2026: Pelajar Purwakarta Belajar Hukum Melalui Drama, Poster, dan Ekspresi Seni

Kamis, 18 Juni 2026

751 Sekolah Swasta Jabar Siap Tampung Siswa yang Tak Masuk Negeri

Senin, 15 Juni 2026
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Pendidikan

Prof. Aan: Perubahan Karakter Berdampak Pada Proses Pendidikan Tiap Generasi

By RedaksiSenin, 13 September 2021

Ketua Prodi PAI FTK Unisba, Dr. H. Aep Saepudin, Drs., M.Ag menyampaikan, dalam menghadapi era society 5.0, masyarakat perlu memahami literasi baru diantaranya adalah literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia.

“Dengan demikian, skill dalam menguasai literasi baru dapat mengantarkan masyarakat untuk berkolaborasi, berinteraksi, kreatif dan berpikir kritis,” ucap Dr. Aep.

Dia mengungkapkan, tuntutan kemampuan serta kompetensi ini katanya, semakin diperkuat dengan bonus demografi yang mana dari 270,20 juta penduduk Indonesia, generasi milenial dan generasi Z menempati persentase tertinggi dengan berturut-turut 25,87 persen dan 27,94 persen.

Baca Juga:  Pemerintah Beri Proritas Rekrutmen Bagi Santri yang Ingin Menjadi Prajurit TNI

“Sayangnya, keterkaitan antara generasi milenial dan generasi Z dengan canggihnya teknologi seringkali berdampak pada degradasi moral, seperti penggunaan narkoba, tawuran remaja, pergaulan bebas dan perilaku unmoral lainnya,” ungkapnya.

Menurutnya Dr. Aep, untuk mengatasi degradasi ini diperlukan peran orang tua yang memiliki berbagai fungsi.

“Fungsi yang paling esensial adalah fungsi internalisasi nilai religius dari pihak keluarga. Adapun metode internalisasi fungsi keluarga perlu menggunakan beberapa metode efektif diantaranya adalah keteladanan, pembiasaan, pembinaan, kisah, dialog, ganjaran dan hukuman,” tuturnya.

Baca Juga:  Sebanyak 238 Mahasiswa di Purwakarta Terima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP)
1 2 3
FTK UIN SGD Bandung Guru Besar Pendidikan Generasi Perubahan Karakter Prof. Aan Hasanah
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link

Berita Lainnya

SPMB Tahap 1 Ditutup, Ratusan Ribu Calon Murid Baru Siap Daftar Ulang

Minggu, 21 Juni 2026

JMS Festival 2026: Pelajar Purwakarta Belajar Hukum Melalui Drama, Poster, dan Ekspresi Seni

Kamis, 18 Juni 2026

751 Sekolah Swasta Jabar Siap Tampung Siswa yang Tak Masuk Negeri

Senin, 15 Juni 2026

504 Siswa SMK Se-Jawa Barat Bersaing di LKS Dikmen 2026 Nasional

Jumat, 12 Juni 2026
Leave A Reply

Are you human? Please solve:Captcha


Terpopuler

PATRAS dan Karang Taruna RW 06 Sukajadi Santuni Anak Yatim di Momen Hari Jadi Purwakarta

Senin, 22 Juni 2026

Hari Jadi Purwakarta 2026 Siap Digelar, Catat Jadwal dan Lokasi Kegiatannya

Selasa, 9 Juni 2026

Sehari, Satres Narkoba Polres Purwakarta Tangkap 4 Pelaku Pengedar Obat Terlarang

Jumat, 19 Juni 2026

JMS Festival 2026: Pelajar Purwakarta Belajar Hukum Melalui Drama, Poster, dan Ekspresi Seni

Kamis, 18 Juni 2026

751 Sekolah Swasta Jabar Siap Tampung Siswa yang Tak Masuk Negeri

Senin, 15 Juni 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Privacy Policy
  • Indeks
© 2026 purwakartaupdate.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.