Penyambutan pagi, kata dia, guru di MAN Purwakarta perlu datang lebih pagi ketimbang murid dan membiasakan siswa untuk bersalaman serta menyapa guru setiap pagi.
“Di MAN Purwakarta guru mesti betul-betul menjadi teladan bagi murid. Guru yang tiba di sekolah lebih awal ketimbang murid merupakan contoh baik bagi murid. Siswa bersalaman dan menyapa guru setiap pagi menjadi kebiasaan di MAN Purwakarta,” Ujar Wahyudin.
Selain membangun semangat belajar, Wahyudin mengklaim, kegiatan ini juga berdampak positif pada pembentukan karakter siswa.
“Siswa menjadi lebih disiplin, sopan, dan terbiasa memberi salam kepada guru maupun teman sebaya. Suasana sekolah pun menjadi lebih tertib dan penuh keakraban,” Ungkapnya.
Melalui penyambutan sederhana namun penuh makna ini, MAN Purwakarta tak hanya menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian dan kebersamaan sejak langkah pertama siswa memasuki gerbang sekolah.
“Melalui kegiatan sederhana ini, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar di kelas, tetapi juga sebagai teladan dalam membentuk karakter positif anak didik. Kami ingin menciptakan sebuah pagi yang tampak biasa, tetapi menyimpan kehangatan yang membekas,” pungkas Wahyudin. (*)
