Alpian mengungkapkan, persiapan pertunjukan dilakukan dalam waktu yang cukup singkat. Timnya hanya memiliki waktu sekitar tiga hari untuk mempersiapkan penampilan yang melibatkan sekitar 25 siswa.
“Persiapannya cukup menantang karena waktunya singkat dan cukup mendadak. Namun kami tetap berusaha memberikan penampilan terbaik,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta, Apsari Dewi, menjelaskan bahwa JMS Festival 2026 merupakan upaya Kejaksaan dalam menanamkan kesadaran hukum sejak dini kepada pelajar.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memberikan pemahaman mengenai aturan hukum, tetapi juga membentuk karakter generasi muda agar memiliki nilai integritas, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
