Selama puluhan tahun bekerja, Suamadi menggunakan becak milik sendiri. Ia mengenang, saat pertama kali membeli becak, harganya hanya sekitar Rp8.000.
“Dulu beli becak harganya Rp8 ribu. Penghasilan paling besar dulu Rp15 ribu, itu sudah paling besar,” tutur Suamadi.
Kini, setelah lebih dari setengah abad mengayuh becak, Suamadi mendapatkan becak listrik. Ia mengaku sangat bersyukur dan bahagia menerima bantuan tersebut.
“Saya banyak terima kasih kepada Bupati Purwakarta dan kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan becak listrik kepada penerima. Saya sangat senang, baru kali ini dapat bantuan yang seperti ini, becak listrik,” ungkapnya.
Bagi Suamadi, bantuan tersebut menjadi dukungan untuk tetap menjalankan profesinya di tengah keterbatasan fisik karena faktor usia.
