Insiden tersebut juga berdampak pada tim tamu. Bus PSIS Semarang dilaporkan sempat tertahan di kawasan stadion selama sekitar 30 menit akibat situasi setelah pertandingan.
Manajer PSGC Ciamis, Erwan Darmawan, menyatakan pihaknya menghormati dan menerima keputusan Komdis PSSI. Ia menilai sanksi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi klub agar penyelenggaraan pertandingan berikutnya berjalan lebih baik.
“PSGC menghormati dan menerima keputusan Komite Disiplin PSSI ini sebagai bentuk pembelajaran bagi kami untuk menjadi lebih baik ke depannya,” ujar Erwan dalam keterangannya.
Erwan juga menyampaikan keprihatinan atas kericuhan yang terjadi saat laga melawan PSIS Semarang. Ia menyampaikan simpati kepada pihak-pihak yang terdampak insiden tersebut.
Menurut Erwan, pertandingan sepak bola semestinya menjadi ruang bagi masyarakat untuk mendukung klub kesayangan dengan tetap menjaga sportivitas.
“Segala bentuk tindakan kekerasan yang dapat membahayakan keselamatan orang lain tidak dapat dibenarkan. Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang terdampak atas kejadian ini,” katanya.
Manajemen PSGC menegaskan komitmennya untuk ikut menjaga keamanan pertandingan. Upaya tersebut mencakup perlindungan bagi pemain, ofisial, suporter, dan masyarakat di sekitar stadion.
Erwan berharap insiden di Stadion Galuh menjadi pelajaran bagi semua pihak. Dukungan suporter dinilai penting bagi perjalanan PSGC di Pegadaian Championship 2026/2027, tetapi harus disertai sikap yang tertib dan sportif.
“Kami berkomitmen untuk terus menjunjung tinggi sportivitas dan mendukung terciptanya iklim sepak bola yang aman bagi semua. Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama agar hal serupa tidak terulang,” pungkasnya.
Sanksi dari Komdis PSSI ini menjadi pengingat bahwa keamanan pertandingan merupakan tanggung jawab bersama. Klub, panitia pelaksana, dan suporter diharapkan dapat mencegah kejadian serupa pada laga berikutnya.
