“Jika saya ingin pergi untuk latihan pemulihan, bagi saya lebih baik pergi ke tempat pribadi [rumah Marc Klok] daripada pergi ke klub, karena di klub saya tidak bisa menjalani pemulihan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menyoroti kebutuhan akan fasilitas pemulihan yang bisa digunakan pemain untuk menjaga kondisi tubuh di tengah padatnya agenda pertandingan.
Pada musim 2026/2027, Persib disebut mengikuti empat kompetisi, yakni Super League, AFC Champions League Two, ASEAN Club Championship, dan Indonesia League Cup.
Rangkaian pertandingan di berbagai ajang membuat pengelolaan kebugaran menjadi semakin penting.
Pemain harus mampu menjaga kondisi fisik agar tetap siap menghadapi laga berikutnya.
Haye menilai penambahan kompetisi semestinya diikuti peningkatan dukungan terhadap kebutuhan tim, termasuk fasilitas pemulihan.
“Jika menambah ajang seperti Shopee Cup, itu harusnya lebih baik. Sekarang rasanya, untuk laga berikutnya kami tidak melihat bagaimana memainkan tim terbaik, tetapi melihat siapa yang sehat,” kata Haye.
Ia juga menilai para pemain saat ini perlu berusaha menjaga kondisi agar tetap tersedia untuk tim.
“Jadi sebenarnya, tim ini tampil sangat baik, tetapi rasanya itu hampir tidak mungkin. Satu-satunya hal yang kami lakukan adalah mencoba untuk tetap sehat sebagai sebuah grup,” ujarnya.
Sorotan Klok dan Haye menunjukkan bahwa tantangan Persib bukan hanya soal hasil pertandingan.
Di tengah jadwal yang padat, dukungan fasilitas, nutrisi, perjalanan, dan pemulihan menjadi faktor penting untuk menjaga kesiapan pemain sepanjang musim.
