Selain menghasilkan partikel pencemar, pembakaran vegetasi juga melepaskan gas rumah kaca ke atmosfer.
Kondisi tersebut dapat menambah tekanan terhadap lingkungan dan memperburuk persoalan perubahan iklim.
Asap kebakaran pun tidak selalu terbatas di sekitar titik api. Angin dapat membawa partikel dan polutan ke wilayah lain, sehingga masyarakat yang tinggal jauh dari lokasi kebakaran juga berpotensi terdampak.
Masyarakat disarankan membatasi kegiatan di luar ruangan ketika asap terlihat pekat atau kualitas udara memburuk.
Pintu dan jendela rumah juga sebaiknya ditutup saat asap masuk ke lingkungan permukiman.
Jika harus beraktivitas di luar ruangan, gunakan respirator seperti N95 yang terpasang dengan rapat dan benar.
Masker kain biasa tidak memberikan perlindungan setara terhadap partikel halus.
Masyarakat juga dapat memantau informasi kualitas udara dari sumber resmi sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.
Apabila mengalami sesak napas, nyeri dada, atau keluhan serius lainnya setelah terpapar asap, segera cari pertolongan medis.
Pencegahan dan penanganan kebakaran hutan menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
