3. Mengurangi Peradangan dan Nyeri (Analgesik Alami)
Kandungan senyawa antiinflamasi dan analgesik pada kencur bekerja layaknya pereda nyeri alami. Mengonsumsi olahan kencur secara rutin dapat membantu meredakan pegal linu, nyeri otot, hingga meredakan nyeri sendi akibat peradangan (arthritis).
4. Meningkatkan Nafsu Makan
Ramuan beras kencur sejak lama diandalkan oleh para ibu untuk merangsang nafsu makan anak-anak. Efek ini juga berlaku bagi orang dewasa yang sedang dalam masa pemulihan.
Kandungan minyak atsirinya bekerja merangsang lambung sehingga selera makan meningkat secara alami.
5. Menurunkan Tekanan Darah tinggi (Hipertensi)
Bagi penderita hipertensi, kencur memberikan efek vasodilator, yaitu kemampuan melonggarkan dan melebarkan pembuluh darah.
Pembuluh darah yang rileks akan membuat sirkulasi darah menjadi lancar, sehingga tekanan darah dapat terjaga tetap stabil.
6. Kaya Antioksidan untuk Menangkal Radikal Bebas
Kandungan flavonoid dan polifenol di dalam kencur berfungsi sebagai antioksidan kuat. Zat ini bertugas melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat paparan radikal bebas dan polusi, sekaligus memperkuat daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.
7. Membantu Mencegah Pertumbuhan Sel Kanker
Beberapa penelitian ilmiah awal menunjukkan bahwa senyawa kimia alami dalam kencur, seperti ethyl p-methoxycinnamate, memiliki potensi antikanker.
Senyawa ini diketahui mampu menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel-sel kanker tertentu dalam tubuh.
8. Meredakan Stres dan Memberikan Efek Penenang
Minyak atsiri pada kencur memiliki aroma aromaterapi yang menenangkan (efek sedatif ringan). Menghirup aroma kencur atau mengonsumsinya sebagai minuman hangat saat malam hari dapat membantu merilekskan pikiran, mengurangi kecemasan, serta meningkatkan kualitas tidur.
