Mukokel yang muncul di dasar mulut dikenal sebagai ranula.
Salah satu penyebab yang umum adalah cedera ringan, misalnya bibir tidak sengaja tergigit ketika makan. Cedera tersebut dapat merusak saluran kelenjar ludah sehingga air liur atau lendir menumpuk dan membentuk benjolan.
Mukokel lebih sering ditemukan pada anak-anak dan orang dewasa berusia muda,kondisi ini juga bisa dialami oleh siapa saja.
Ciri-ciri Mukokel yang Perlu Dikenali
Mukokel biasanya terlihat seperti benjolan lunak berbentuk kubah. Warnanya dapat bening, menyerupai warna jaringan mulut, atau sedikit kebiruan.
Ukuran benjolan juga bervariasi, mulai dari sangat kecil hingga sekitar dua sentimeter.
Berbeda dengan luka sariawan yang umumnya terasa perih, mukokel biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, jika ukurannya cukup besar, benjolan tersebut bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.
Penderitanya mungkin merasa tidak nyaman ketika berbicara, mengunyah, atau menelan makanan.
Jika benjolan menyebabkan kesulitan menelan atau bernapas, segera cari pertolongan medis.
Kebiasaan yang Bisa Memicu Mukokel
Ada beberapa kebiasaan dan kondisi yang dapat meningkatkan risiko terbentuknya mukokel, di antaranya:
– Sering menggigit atau mengisap bibir.
– Cedera pada jaringan atau saluran kelenjar ludah.
– Peradangan kronis pada jaringan mulut.
– Kerusakan saluran kelenjar ludah.
– Cedera setelah tindakan medis tertentu.
– Infeksi atau trauma pada area tindik bibir.
Kebersihan mulut yang buruk juga perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan mulut. Namun, mukokel tidak selalu disebabkan oleh penumpukan bakteri.
Karena bentuknya bisa menyerupai gangguan mulut lain, benjolan yang muncul sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai mukokel tanpa pemeriksaan jika diagnosisnya belum jelas.
Apakah Mukokel Bisa Sembuh Sendiri?
Kabar baiknya, sebagian mukokel dapat menghilang tanpa tindakan medis.
Mengutip WebMD, mukokel dapat pecah secara spontan dan sembuh dalam beberapa minggu. Dalam bahan rujukan disebutkan bahwa proses ini bisa berlangsung sekitar tiga hingga enam minggu, meskipun waktunya dapat berbeda pada setiap orang.
Namun, bukan berarti benjolan tersebut boleh sengaja dipecahkan sendiri.
Menusuk, memencet, atau memotong mukokel tanpa bantuan tenaga medis dapat menyebabkan iritasi, perdarahan, infeksi, dan kekambuhan.
Jika benjolan terus muncul, semakin besar, atau mengganggu makan dan berbicara, sebaiknya periksakan diri ke dokter gigi.
Bagaimana Dokter Menangani Mukokel?
Dokter gigi biasanya dapat mengenali mukokel melalui pemeriksaan langsung terhadap bentuk dan lokasi benjolan.
Jika diperlukan, dokter akan menyarankan pemeriksaan tambahan untuk memastikan diagnosis dan membedakannya dari kondisi lain.
Penanganan disesuaikan dengan ukuran, lokasi, serta keluhan yang dialami pasien. Pada kasus tertentu, dokter dapat melakukan pengangkatan mukokel atau menangani kelenjar ludah yang menjadi penyebabnya.
Prosedur lain, seperti marsupialisasi, juga dapat dipertimbangkan untuk membantu membentuk jalur keluarnya cairan. Pilihan tindakan bergantung pada hasil pemeriksaan.
Tidak semua mukokel membutuhkan operasi. Dokter akan menentukan apakah benjolan cukup dipantau atau perlu ditangani lebih lanjut.
Kapan Benjolan di Mulut Harus Diperiksa?
Jangan menunda pemeriksaan jika benjolan tidak kunjung hilang, sering kambuh, membesar, berdarah, atau menimbulkan rasa sakit.
