Close Menu
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Terpopuler

Hari Jadi Purwakarta 2026 Siap Digelar, Catat Jadwal dan Lokasi Kegiatannya

Selasa, 9 Juni 2026

Kisah Keluarga Atmanagara, Keturunan Perintis Purwakarta dan Bogor yang Multi-Talenta

Selasa, 1 Juli 2025

PATRAS dan Karang Taruna RW 06 Sukajadi Santuni Anak Yatim di Momen Hari Jadi Purwakarta

Senin, 22 Juni 2026

Misteri SINDANGKASIH dalam Sejarah Kepemimpinan KDM dan DALEM SHOLAWAT

Selasa, 21 Juli 2026

Diduga Usai Berselisih dengan Sekelompok Pemuda, Sekuriti Ditemukan Tewas di Tanggul Kayat Jatiluhur

Jumat, 24 Juli 2026
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Kesehatan

Benjolan di Mulut Mirip Sariawan? Bisa Jadi Mukokel, Ini Ciri-cirinya

By Agung IsmawanSenin, 12 Oktober 2026
Ilustrasi mukokel berupa benjolan di bagian dalam bibir - Foto: Hello sehat
Ilustrasi mukokel berupa benjolan di bagian dalam bibir - Foto: Hello sehat
Mukokel yang muncul di dasar mulut dikenal sebagai ranula.

Salah satu penyebab yang umum adalah cedera ringan, misalnya bibir tidak sengaja tergigit ketika makan. Cedera tersebut dapat merusak saluran kelenjar ludah sehingga air liur atau lendir menumpuk dan membentuk benjolan.

Mukokel lebih sering ditemukan pada anak-anak dan orang dewasa berusia muda,kondisi ini juga bisa dialami oleh siapa saja.

Ciri-ciri Mukokel yang Perlu Dikenali

Mukokel biasanya terlihat seperti benjolan lunak berbentuk kubah. Warnanya dapat bening, menyerupai warna jaringan mulut, atau sedikit kebiruan.

Ukuran benjolan juga bervariasi, mulai dari sangat kecil hingga sekitar dua sentimeter.

Berbeda dengan luka sariawan yang umumnya terasa perih, mukokel biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, jika ukurannya cukup besar, benjolan tersebut bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Penderitanya mungkin merasa tidak nyaman ketika berbicara, mengunyah, atau menelan makanan.

Jika benjolan menyebabkan kesulitan menelan atau bernapas, segera cari pertolongan medis.

Kebiasaan yang Bisa Memicu Mukokel

Ada beberapa kebiasaan dan kondisi yang dapat meningkatkan risiko terbentuknya mukokel, di antaranya:

– Sering menggigit atau mengisap bibir.
– Cedera pada jaringan atau saluran kelenjar ludah.
– Peradangan kronis pada jaringan mulut.
– Kerusakan saluran kelenjar ludah.
– Cedera setelah tindakan medis tertentu.
– Infeksi atau trauma pada area tindik bibir.

Kebersihan mulut yang buruk juga perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan mulut. Namun, mukokel tidak selalu disebabkan oleh penumpukan bakteri.

Karena bentuknya bisa menyerupai gangguan mulut lain, benjolan yang muncul sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai mukokel tanpa pemeriksaan jika diagnosisnya belum jelas.

Baca Juga:  Bebas Obesitas Sepanjang Hidup: Ini Strategi Pencegahan dan Penanganan Terbaru dari WHO
Apakah Mukokel Bisa Sembuh Sendiri?

Kabar baiknya, sebagian mukokel dapat menghilang tanpa tindakan medis.

Mengutip WebMD, mukokel dapat pecah secara spontan dan sembuh dalam beberapa minggu. Dalam bahan rujukan disebutkan bahwa proses ini bisa berlangsung sekitar tiga hingga enam minggu, meskipun waktunya dapat berbeda pada setiap orang.

Namun, bukan berarti benjolan tersebut boleh sengaja dipecahkan sendiri.

Menusuk, memencet, atau memotong mukokel tanpa bantuan tenaga medis dapat menyebabkan iritasi, perdarahan, infeksi, dan kekambuhan.

Jika benjolan terus muncul, semakin besar, atau mengganggu makan dan berbicara, sebaiknya periksakan diri ke dokter gigi.

Bagaimana Dokter Menangani Mukokel?

Dokter gigi biasanya dapat mengenali mukokel melalui pemeriksaan langsung terhadap bentuk dan lokasi benjolan.

Jika diperlukan, dokter akan menyarankan pemeriksaan tambahan untuk memastikan diagnosis dan membedakannya dari kondisi lain.

Penanganan disesuaikan dengan ukuran, lokasi, serta keluhan yang dialami pasien. Pada kasus tertentu, dokter dapat melakukan pengangkatan mukokel atau menangani kelenjar ludah yang menjadi penyebabnya.

Prosedur lain, seperti marsupialisasi, juga dapat dipertimbangkan untuk membantu membentuk jalur keluarnya cairan. Pilihan tindakan bergantung pada hasil pemeriksaan.

Tidak semua mukokel membutuhkan operasi. Dokter akan menentukan apakah benjolan cukup dipantau atau perlu ditangani lebih lanjut.

Kapan Benjolan di Mulut Harus Diperiksa?

Jangan menunda pemeriksaan jika benjolan tidak kunjung hilang, sering kambuh, membesar, berdarah, atau menimbulkan rasa sakit.

1 2 3
Benjolan Dokter gigi Kesehatan mulut Mucocele Mukokel Sariawan
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link

Berita Lainnya

Jangan Dianggap Sepele, Sakit Kepala Bagian Belakang dan Mual Bisakah Jadi Tanda Bahaya?

Senin, 12 Oktober 2026

Benarkah Vitamin C Bisa Mempercepat Sembuh Saat Sakit? Ini Faktanya

Senin, 12 Oktober 2026

Mata Berkabut dan Silau Saat Berkendara Malam? Waspadai Gejala Katarak

Minggu, 11 Oktober 2026

Hari Kesehatan Mental Dunia, Ini Cara Sederhana agar Tak Terus Menyalahkan Diri

Minggu, 11 Oktober 2026

Comments are closed.

Terpopuler

Hari Jadi Purwakarta 2026 Siap Digelar, Catat Jadwal dan Lokasi Kegiatannya

Selasa, 9 Juni 2026

Kisah Keluarga Atmanagara, Keturunan Perintis Purwakarta dan Bogor yang Multi-Talenta

Selasa, 1 Juli 2025

PATRAS dan Karang Taruna RW 06 Sukajadi Santuni Anak Yatim di Momen Hari Jadi Purwakarta

Senin, 22 Juni 2026

Misteri SINDANGKASIH dalam Sejarah Kepemimpinan KDM dan DALEM SHOLAWAT

Selasa, 21 Juli 2026

Diduga Usai Berselisih dengan Sekelompok Pemuda, Sekuriti Ditemukan Tewas di Tanggul Kayat Jatiluhur

Jumat, 24 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Privacy Policy
  • Indeks
© 2026 purwakartaupdate.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.