PurwakartaUpdate.com – Tekanan hidup di era digital bisa membuat seseorang merasa kurang percaya diri, terutama ketika sering membandingkan kehidupannya dengan orang lain di media sosial.
Pencapaian orang lain yang terlihat sempurna terkadang membuat seseorang merasa tertinggal.
Jika terus dibiarkan, kebiasaan ini dapat memicu kecemasan, kelelahan emosional, hingga menurunkan rasa percaya diri.
Karena itu, menjaga kesehatan mental menjadi hal penting, khususnya bagi generasi muda yang setiap hari berhadapan dengan berbagai informasi dan tuntutan di dunia digital.
Self Love Bukan Berarti Egois
Sebagian orang masih menganggap mencintai diri sendiri sebagai sikap egois atau tidak peduli terhadap orang lain.
Padahal, self love berarti mampu menghargai diri sendiri, memahami batas kemampuan, serta memberikan ruang untuk beristirahat ketika merasa lelah.
Sikap ini juga membantu seseorang membangun hubungan yang lebih sehat dengan lingkungan sekitarnya.
Veronika Utami, Founder Kemah Pelangi dan Cahaya Semesta, mengatakan momentum Hari Kesehatan Mental Dunia bisa menjadi pengingat untuk lebih jujur terhadap kondisi diri sendiri.
Menurutnya, seseorang perlu menyadari kapan dirinya merasa lelah dan membutuhkan waktu untuk memulihkan energi.
Menerima kekurangan dan kegagalan juga menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi emosional. Seseorang tidak harus selalu tampil sempurna atau memenuhi semua tuntutan yang datang kepadanya.
